Pernahkah Ibu merasa insecure karena payudara terasa lembek, bayi menangis terus, atau tetangga berkomentar, “Kok bayinya kurus, ASInya sedikit ya?”
Komentar seperti itu seringkali membuat ibu menyusui panik dan buru-buru menyeduh susu formula (sufor) padahal mungkin saja ASInya cukup.
Namun di sisi lain, ada juga Ibu yang merasa bayinya “baik-baik saja” karena sering tidur anteng, padahal sebenarnya bayi sedang lemas dehidrasi karena kurang asupan. Seram, kan?
Agar Ibu tidak terjebak dalam mitos dan bisa mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatan si Kecil, yuk kenali perbedaan ciri bayi kurang ASI berikut ini.
Tanda Palsu: Sering Bikin Panik, Padahal Normal!
Jangan buru-buru vonis ASI kurang jika Ibu mengalami hal ini. Ini biasanya BUKAN tanda bayi kelaparan:
- Bayi Sering Menangis: Menangis adalah komunikasi bayi (bisa karena gerah, popok basah, atau ingin dipeluk), bukan melulu karena lapar.
- Bayi Sering Minta Susu (Cluster Feeding): Bayi menyusu tiap jam bukan berarti ASI Ibu habis, tapi bayi sedang mengalami Growth Spurt (percepatan pertumbuhan) dan sedang “memesan” lebih banyak ASI untuk hari esok.
- Payudara Terasa Lembek: Setelah masa nifas, payudara lembek artinya produksi ASI sudah stabil (supply equals demand), bukan karena ASI kering.
- Hasil Pumping Sedikit: Ingat Bu, pompa ASI tidak bisa meniru sedotan bayi yang efektif. Hasil pompa bukan tolok ukur jumlah ASI di dalam payudara.
Tanda Akurat: Waspada, Ini Ciri Bayi Kurang ASI yang Sebenarnya
Jika Ibu menemukan tanda-tanda di bawah ini, Ibu wajib waspada dan segera bertindak. Ini adalah sinyal tubuh bayi bahwa ia butuh lebih banyak cairan dan nutrisi:
1. Berat Badan Tidak Kembali ke Berat Lahir (Usia 2 Minggu)
Normalnya, bayi baru lahir akan turun berat badannya di minggu pertama. Tapi di usia 10-14 hari, berat badan harusnya sudah kembali ke berat lahir.
- Red Flag: Jika usia 2 minggu berat masih di bawah berat lahir, atau grafik KMS mendatar/menurun di bulan-bulan berikutnya.
2. Pipis Sedikit (Kurang dari 6 Kali Sehari)
Di atas usia 5 hari, bayi yang cukup ASI akan pipis minimal 6 kali dalam 24 jam.
- Cara Cek: Gunakan popok kain atau timbang popok sekali pakai (harus terasa berat). Jika popok kering seharian, ini tanda bahaya.
3. Warna Urine Pekat (Kuning Tua/Merah Bata)
Urine bayi yang cukup ASI warnanya bening atau kuning pucat.
- Red Flag: Jika urine berwarna kuning tua pekat, oranye, atau ada bercak merah bata (brick dust), itu adalah kristal urat tanda bayi mengalami Dehidrasi.
4. BAB Masih Hitam/Hijau di Hari ke-5
Di hari ke-5, kotoran bayi (feses) seharusnya sudah berubah warna menjadi kuning keemasan dan bertekstur/berbiji. Jika masih hitam (mekonium) atau hijau tua, kemungkinan bayi belum mendapat cukup Hindmilk.
5. Bayi Terlalu “Anteng” (Lethargy)
Hati-hati, Bu! Bayi yang tidur terus-menerus dan sulit dibangunkan untuk menyusu seringkali bukan karena kenyang, tapi karena tidak punya energi untuk bangun (lemas). Ini tanda dehidrasi berat.
6. Mulut dan Bibir Kering
Perhatikan bibir dan lidah si Kecil. Jika terlihat kering, pecah-pecah, dan saat menangis tidak keluar air mata, bayi butuh cairan segera.
Apa yang Harus Ibu Lakukan?
Jika Ibu menemukan SATU SAJA dari tanda akurat di atas (nomor 1-6), jangan ditunda lagi. Menunda bisa berisiko hipoglikemia (gula darah rendah) atau gangguan tumbuh kembang otak bayi.
Tapi tunggu, solusinya belum tentu langsung tambah sufor.
Seringkali, ASI Ibu sebenarnya ADA, tapi tidak bisa keluar maksimal ke mulut bayi karena:
- Pelekatan (latch on) yang dangkal.
- Posisi menyusui yang kurang nyaman.
- Adanya Tongue Tie (tali lidah pendek).
Solusi Cepat & Tepat: Evaluasi Laktasi
Jangan biarkan si Kecil kehausan. Mari kita cari tahu penyebabnya dan perbaiki teknik menyusui Ibu sekarang juga.
Di layanan Konsultasi Privat Bisaasi.com, saya akan membantu Ibu:
- Menilai tanda kecukupan ASI secara objektif.
- Mengoreksi posisi agar bayi bisa menyedot ASI lebih banyak (transfer ASI efektif).
- Menyusun strategi kejar berat badan (Catch-Up Growth).
Ingat Bu, minta tolong bukan berarti Ibu gagal. Justru itu tanda Ibu hebat yang ingin memberikan yang terbaik.
👉 Hubungi Konselor Laktasi Sekarang (Klik untuk Booking)

