Pernahkah Ibu berada di situasi di mana proses menyusui harus terhenti di tengah jalan? Mungkin karena Ibu sempat sakit, produksi ASI menurun drastis, stres pasca melahirkan, atau “mogok menyusu” (nursing strike) yang berkepanjangan.
Namun, di dalam hati kecil, Ibu masih memiliki kerinduan besar untuk mendekap si Kecil dan menyusuinya kembali. Pertanyaan besarnya: “Apakah ASI yang sudah kering atau berhenti bisa keluar lagi?”
Jawabannya: Sangat Bisa. Proses ini disebut dengan Relaktasi.
Bersama BisaASI.com, mari kita pelajari cara relaktasi menyusui yang tepat agar Ibu bisa kembali memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati.
Apa Itu Relaktasi?
Relaktasi adalah upaya medis dan psikologis untuk memancing kembali produksi ASI pada ibu yang sempat berhenti menyusui, baik sebagian (campur sufor) maupun berhenti total.
Prinsip utamanya sederhana namun butuh konsistensi: Supply by Demand. Semakin sering payudara dirangsang dan dikosongkan, semakin sinyal dikirim ke otak untuk memproduksi ASI kembali.
Langkah-Langkah Memulai Cara Relaktasi
Proses ini bukanlah lari sprint, melainkan lari marathon. Dibutuhkan kesabaran dan dukungan kuat. Berikut adalah langkah awal yang bisa Ibu lakukan:
1. Bangun Mindset Positif & “Support System”
Stres adalah musuh utama oksitosin (hormon pengalir ASI). Sebelum memulai, pastikan Ibu memiliki tekad kuat dan dukungan dari suami. Ingat, kami di program #PastiBisaAsi hadir untuk mendukung metode apa pun tanpa membuat Ibu merasa dihakimi.
2. Skin-to-Skin Contact (Metode Kanguru)
Habiskan waktu sebanyak mungkin dengan memeluk bayi di dada Ibu (kulit bertemu kulit). Biarkan bayi bermain-main di area payudara. Aroma tubuh Ibu dan bayi akan memicu hormon prolaktin dan oksitosin bekerja kembali.
3. Rangsangan Payudara Secara Rutin
Jika bayi belum mau menyusu langsung, Ibu wajib melakukan pumping atau memerah tangan (Marmet) secara rutin setiap 2-3 jam sekali, termasuk di malam hari. Tujuannya bukan mengejar jumlah ml (mililiter), tapi memberi sinyal “Pabrik ASI harus buka lagi!”.
4. Suplementasi di Payudara
Untuk mengajak bayi mau menempel lagi, Ibu bisa menggunakan alat bantu Nursing Supplementer. Selang kecil berisi ASIP/Susu ditempelkan di puting, sehingga saat bayi menghisap payudara, ia tetap mendapatkan asupan susu. Ini mencegah bayi frustrasi karena ASI Ibu belum keluar deras.
Mengapa Ibu Butuh Pendampingan Intensif?
Jujur harus disampaikan: Relaktasi sendirian itu berat, Ibu.
Banyak Ibu gagal di tengah jalan karena kelelahan, bingung menakar asupan bayi, atau putus asa saat hasil pumping masih sedikit. Karena itu, pendampingan profesional sangat disarankan.
Untuk kasus relaktasi, kami sangat merekomendasikan Paket Pendampingan “Half Month”. Mengapa?
- Butuh Waktu: Relaktasi tidak bisa sukses dalam semalam. Ibu butuh didampingi minimal 14 hari untuk melihat progres signifikan.
- Evaluasi Terus-Menerus: Paket ini mencakup 1x pertemuan observasi penuh dan 2x pertemuan evaluasi, serta gratis jadwal kontrol ulang di minggu berikutnya.
- Teman Curhat Kapan Saja: Ibu mendapatkan akses konsultasi sebebasnya (unlimited) selama program berlangsung. Saat Ibu merasa down atau bingung di hari ke-3 atau ke-5, konselor siap menguatkan Ibu.
Harapan Itu Masih Ada
Perlu dipahami bahwa hasil produksi ASI setiap Ibu berbeda-beda. Kami tidak menjamin hasil instan, tetapi kami percaya bahwa dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, Ibu memiliki peluang lebih besar untuk sukses.
Entah tujuannya untuk full ASI kembali atau sekadar bonding menyusui parsial, setiap tetes usaha Ibu sangat berharga.
Siap Memulai Perjalanan Relaktasi? Jangan berjuang sendirian. Mari susun strategi relaktasi yang personal bersama Bidan Desyntia. Butuh bantuan terkait cara relaktasi ini, whatsapp ke nomor kami 0815-2398-1296.

