Manajemen ASI Perah Ibu Bekerja: Tips Sukses Mengasihi Meski Sibuk | Bisa ASI

manajemen asi perah ibu bekerja tips sukses mengasihi meski sibuk bisa asi

Masa cuti melahirkan yang akan segera berakhir seringkali menjadi momen yang mendebarkan bagi Ibu bekerja. Muncul kecemasan: “Apakah stok ASI di kulkas cukup?”, “Bagaimana kalau produksi ASI turun saat mulai kerja?”, atau “Bisakah pengasuh memberikan ASIP dengan benar?”

Ibu, ketahuilah bahwa kembali bekerja bukan berarti harus berhenti memberikan ASI. Dengan manajemen ASI perah ibu bekerja yang tepat, Ibu tetap bisa memberikan hak nutrisi terbaik bagi si Kecil hingga usia 2 tahun.

Di BisaASI.com, kami merangkum strategi jitu agar Ibu bisa menjalani peran ganda sebagai wanita karir dan pejuang ASI dengan lebih tenang.

1. Persiapan Sebelum Masuk Kerja (“Bangun Stok”)

Kesalahan umum Ibu baru adalah terlalu panik menimbun stok ASI hingga memenuhi satu freezer penuh. Padahal, prinsip ASI adalah Supply by Demand.

  • Mulai 2 Minggu Sebelumnya: Mulailah menabung stok ASI perah (ASIP) sekitar 2 minggu sebelum masuk kerja. Tidak perlu berlebihan, cukup untuk cadangan 2-3 hari pertama.
  • Latihan Media Pemberian ASIP: Kenalkan bayi pada media minum ASIP (seperti cup feeder, sendok, atau botol) oleh orang lain (bukan Ibu) agar bayi terbiasa tidak menyusu langsung saat Ibu tidak ada.

2. Jadwal Pumping di Kantor

Kunci agar produksi ASI tetap stabil adalah pengosongan payudara yang rutin. Jangan menahan pipis, jangan menahan ASI.

  • Disiplin Waktu: Usahakan memerah ASI setiap 3-4 jam sekali. Misalnya: Pukul 10.00, Pukul 13.00 (saat istirahat), dan Pukul 16.00 (sebelum pulang).
  • Jangan Lewatkan Sesi: Melewatkan satu sesi pumping bisa memberi sinyal pada tubuh untuk mengurangi produksi ASI.
  • Fasilitas: Manfaatkan ruang laktasi di kantor. Jika tidak ada, cari ruang tertutup yang bersih dan nyaman (hindari toilet karena banyak bakteri).

3. Cara Penyimpanan ASI Perah (Manajemen Kulkas)

Agar kualitas nutrisi terjaga, Ibu wajib memahami aturan penyimpanan ASI. Gunakan prinsip FIFO (First In, First Out), artinya ASI yang pertama kali diperah adalah yang pertama kali diberikan ke bayi.

Daya Tahan ASI Perah:

  • Suhu Ruang (25°C): Tahan 4 jam.
  • Cooler Bag (dengan Ice Gel beku): Tahan hingga 24 jam.
  • Kulkas Bawah (Chiller): Tahan 3-5 hari (simpan di bagian dalam, jangan di pintu kulkas).
  • Freezer (Kulkas 1 Pintu): Tahan 2 minggu.
  • Freezer (Kulkas 2 Pintu): Tahan 3 bulan.

4. Tips Membawa Pulang ASIP

Perjalanan pulang kantor seringkali macet dan memakan waktu. Agar ASIP hasil perahan Ibu tidak rusak:

  • Gunakan Cooler Bag berkualitas dengan Ice Gel yang beku sempurna.
  • Pastikan wadah tertutup rapat.
  • Sesampainya di rumah, segera masukkan ke kulkas (bagian bawah jika ingin dipakai besok, atau freezer jika untuk stok jangka panjang).

5. Tantangan Umum: Produksi ASI Menurun

Stres pekerjaan dan kelelahan fisik adalah musuh utama Ibu bekerja. Jika Ibu merasa hasil pumping mulai menurun (seret), jangan buru-buru panik apalagi memutuskan berhenti.

Berikut solusinya:

  • Power Pumping: Teknik memompa yang meniru frekuensi growth spurt bayi untuk meningkatkan supply.
  • Pijat Oksitosin: Minta suami memijat punggung Ibu sepulang kerja untuk melancarkan aliran ASI.
  • Direct Breastfeeding (DBF): Saat di rumah (malam hari dan akhir pekan), usahakan selalu menyusu langsung. Hisapan bayi jauh lebih efektif daripada pompa manapun.

Butuh Pendampingan Manajemen ASI?

Setiap Ibu punya ritme kerja dan kondisi tubuh yang berbeda. Jika Ibu merasa kewalahan mengatur jadwal atau bingung mengatasi stok yang menipis, konsultasikan bersama ahlinya.

Bersama Bidan Desyntia, Ibu bisa mendiskusikan strategi manajemen ASI perah ibu bekerja yang paling pas untuk pola kerja Ibu.

Kami menyediakan layanan:

  • Konsultasi Online (Short Time/One Hour): Untuk review jadwal pumping dan manajemen stok.
  • Pendampingan Intensif: Bagi Ibu yang mengalami penurunan produksi drastis dan butuh pantauan harian.

Tetap semangat bekerja, tetap semangat mengasihi! Butuh bantuan untuk konselor menyusui, whatsapp ke nomor kami yah 0815-2398-1296.