Seringkali Ibu merasa bahwa menyusui adalah hal yang “natural” dan otomatis bisa dilakukan begitu bayi lahir. Namun, realitanya sering berkata lain. Puting lecet, payudara bengkak, bayi menolak menyusu, hingga kebingungan soal kecukupan ASI adalah drama nyata yang dialami jutaan Ibu baru.
Di saat bingung seperti ini, saran dari keluarga atau internet seringkali simpang siur dan justru membuat cemas. Inilah saat yang tepat bagi Ibu untuk mempertimbangkan konseling laktasi.
Di BisaASI.com, kami percaya bahwa setiap Ibu berhak mendapatkan dukungan yang tepat dan ilmiah. Mari kita bedah apa sebenarnya konseling laktasi itu dan mengapa sesi ini bisa menjadi game changer bagi Ibu.
Apa Itu Konseling Laktasi?
Konseling laktasi adalah sesi konsultasi profesional antara Ibu menyusui dengan seorang ahli (konselor menyusui atau konsultan laktasi) untuk memecahkan masalah spesifik terkait pemberian ASI.
Berbeda dengan sekadar “curhat” ke teman, sesi ini bersifat klinis dan personal. Konselor akan melihat riwayat kesehatan Ibu, kondisi anatomi mulut bayi, hingga memantau proses menyusui secara langsung (hands-on) untuk menemukan akar masalahnya.
5 Tanda Ibu “Wajib” Segera Ikut Konseling Laktasi
Jangan menunggu hingga Ibu demam tinggi (mastitis) atau bayi mengalami dehidrasi. Segera cari bantuan jika:
- Nyeri Tak Tertahankan: Ingat, menyusui bisa tidak nyaman di awal, tapi tidak boleh sakit apalagi berdarah. Nyeri adalah sinyal merah adanya kesalahan pelekatan (latch on).
- Berat Badan Bayi Seret: Kenaikan BB bayi di bawah grafik KMS adalah indikator objektif bahwa transfer ASI tidak efektif.
- Bayi Selalu Rewel: Bayi tampak tidak puas setelah menyusu, sering melepas puting, atau menyusu sangat lama (>1 jam) tapi tetap lapar.
- Ibu Merasa ASI Kurang: Perasaan cemas (perceived low milk supply) seringkali hanya butuh validasi dan edukasi, bukan suplemen mahal.
- Persiapan Kembali Bekerja: Ibu butuh strategi manajemen stok ASIP (ASI Perah) yang realistis agar tidak kejar tayang.
Apa yang Terjadi Selama Sesi Konseling?
Banyak Ibu takut dihakimi saat sesi konseling. Di Bisa ASI, bersama Bidan Desyntia Inten Dwi Lestari S.Tr.Keb, kami menjamin sesi yang hangat dan tanpa penghakiman (#PastiBisaAsi).
Berikut gambaran apa yang akan kami lakukan:
- Observasi Pelekatan: Kami akan melihat langsung bagaimana posisi mulut bayi saat menyusu. Seringkali, koreksi posisi beberapa milimeter saja bisa menghilangkan rasa sakit seketika.
- Cek Fisik (Oral Motor): Memeriksa apakah bayi memiliki tongue tie (tali lidah pendek) yang membatasi gerak lidah.
- Evaluasi Payudara: Mengecek adanya sumbatan (clogged duct) atau risiko infeksi.
- Penyusunan Rencana: Ibu pulang tidak dengan tangan kosong, melainkan dengan “PR” atau strategi yang disesuaikan dengan kondisi Ibu (bukan teori buku semata).
Mengapa Memilih Konseling di BisaASI.com?
Kami memahami bahwa Ibu baru melahirkan memiliki keterbatasan mobilitas. Oleh karena itu, kami menyediakan opsi fleksibel:
- Konseling Online (Video Call): Solusi cepat untuk Ibu di seluruh Indonesia. Sangat efektif untuk koreksi posisi dan tanya jawab teknis.
- Home Care (Kunjungan Rumah): Khusus area Bekasi & Cikarang. Bidan Desyntia akan datang ke rumah Ibu, sehingga Ibu tidak perlu repot keluar rumah membawa bayi baru lahir.
Kesimpulan: Jangan Berjuang Sendirian
Meminta bantuan profesional bukanlah tanda kegagalan Ibu, melainkan bukti cinta Ibu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi si Kecil. Biaya satu sesi konseling laktasi jauh lebih hemat dibandingkan biaya berobat akibat komplikasi menyusui atau biaya susu formula jangka panjang.
Mari buat perjalanan menyusui Ibu menjadi kenangan yang indah, bukan trauma.
Siap Menyelesaikan Masalah ASI? Hubungi kami sekarang 0815-2398-1296!

