Jujur saja, Bu. Sejak si Kecil lahir, seberapa sering Ibu “menginspeksi” isi popoknya dengan tatapan penuh selidik?
Bagi ibu baru, mengecek warna, tekstur, dan frekuensi buang air besar (BAB) bayi seringkali menjadi obsesi tersendiri. Ada sedikit saja perubahan warna, jantung rasanya langsung deg-degan. “Waduh, kok warnanya hijau? Kok ada biji-bijinya? Apakah bayi saya sakit?”
Tenang, Ibu. Feses bayi adalah “cermin” kesehatan pencernaannya, tapi tidak semua perubahan warna itu tanda bahaya. Yuk, kita bedah satu per satu arti warna pup bayi agar Ibu bisa tidur lebih nyenyak.
1. Warna Feses Bayi yang NORMAL (Jangan Panik!)
Warna feses bayi bisa berubah-ubah tergantung usianya dan apa yang ia minum (ASI atau Susu Formula).
a. Hitam Kehijauan & Lengket (Mekonium)
Jika ini terjadi di 1-3 hari pertama kehidupan, ini SANGAT NORMAL. Ini disebut Mekonium. Isinya adalah cairan ketuban dan lendir yang tertelan saat di dalam rahim. Justru ini tanda usus bayi mulai bekerja.
b. Kuning Keemasan & Berbiji (Mustard Yellow)
Ini adalah “standar emas” feses bayi ASI Eksklusif.
- Warna: Kuning cerah atau oranye (mirip mustard).
- Tekstur: Encer, berbiji-biji (seperti biji cabai/selasih), dan baunya agak asam (tidak busuk).
- Artinya: Pencernaan bayi sehat dan penyerapan ASI berjalan lancar.
c. Cokelat Kekuningan / Cokelat Muda (Peanut Butter)
Ini adalah warna khas bayi yang minum Susu Formula (Sufor).
- Tekstur: Lebih padat/lengket seperti selai kacang atau pasta gigi.
- Bau: Lebih menyengat dibanding bayi ASI.
d. Cokelat Tua
Biasanya muncul saat bayi sudah mulai makan (MPASI). Warnanya akan mengikuti apa yang bayi makan.
2. Warna “Abu-Abu” (Bisa Normal, Bisa Tidak)
Nah, ini zona yang sering bikin Ibu bingung.
a. Hijau Lumut
- Kondisi Normal: Jika bayi minum sufor yang tinggi zat besi, atau Ibu baru saja makan banyak sayuran hijau.
- Perlu Waspada: Jika feses hijau disertai berbusa dan bayi rewel/perut kembung. Ini seringkali tanda Ketidakseimbangan ASI (Foremilk-Hindmilk Imbalance).Artinya: Bayi terlalu banyak minum ASI depan (foremilk) yang tinggi gula, tapi kurang dapat ASI belakang (hindmilk) yang tinggi lemak. Ini biasanya karena durasi menyusui terlalu singkat atau pelekatan yang kurang pas.
b. Ada Bercak Lendir
- Kondisi Normal: Sering terjadi saat bayi sedang teething (tumbuh gigi) karena produksi air liur berlebih yang tertelan.
- Perlu Waspada: Jika lendir banyak dan terus-menerus, bisa jadi tanda iritasi usus atau alergi.
3. Warna Feses TANDA BAHAYA (Segera ke Dokter!)
Jika Ibu menemukan 3 warna ini, jangan tunggu besok. Segera bawa si Kecil ke dokter atau UGD.
🔴 Merah (Darah)
Bisa berupa bercak merah segar atau campur lendir.
- Kemungkinan: Alergi protein susu sapi (alergi sufor/makanan ibu), infeksi bakteri, atau ada luka di anus (fisura ani) karena sembelit.
⚪ Putih Pucat / Dempul (Chalky White)
Feses berwarna putih seperti kapur atau abu-abu pucat.
- Kemungkinan: Gangguan pada Hati atau penyumbatan saluran empedu (Atresia Bilier). Ini kondisi serius yang butuh penanganan medis segera.
âš« Hitam (Setelah Usia 5 Hari)
Jika mekonium sudah lewat tapi feses kembali hitam pekat (seperti aspal/petis).
- Kemungkinan: Perdarahan di saluran cerna bagian atas (lambung). Catatan: Bisa normal jika bayi sedang minum suplemen Zat Besi.
Kesimpulan: Kapan Harus Hubungi Konselor Laktasi?
Ibu, jika feses bayi berwarna Hijau, Berbusa, dan Bayi Sering Rewel (Kolik), besar kemungkinan masalahnya bukan pada “penyakit”, tapi pada Manajemen Menyusui.
Bayi yang kembung dan pup hijau seringkali terjadi karena ia hanya mendapat foremilk. Solusinya bukan obat, melainkan memperbaiki Posisi & Pelekatan agar bayi bisa menyedot ASI sampai tuntas ke hindmilk (ASI lemak).
Masih bingung membedakan mana yang normal dan mana yang butuh evaluasi?
Daripada menerka-nerka dan bikin stres, yuk konsultasikan kondisi pencernaan si Kecil lewat One Hour Consult bersama saya. Kita cek pola menyusuinya, kita bikin perut si Kecil nyaman kembali.
👉 Bantu Saya Cek Kesehatan Pencernaan Bayi & Pola Menyusui Disini!
Sehat selalu untuk si Kecil ya, Bu! Ingat, Ibu adalah pengamat terbaik bagi anak Ibu.

