Perbedaan Gumoh dan Muntah pada Bayi: Kenali 5 Perbedaan Fatal dan Tanda Bahayanya!

perbedaan gumoh dan muntah pada bayi kenali 5 perbedaan fatal dan tanda bahayanya

Baru saja selesai menyusui dan digendong, tiba-tiba… Byuur! Cairan putih mengalir deras dari mulut si Kecil membasahi baju Ibu.

Jantung rasanya mau copot, ya Bu? Pikiran langsung melayang kemana-mana: “Duh, kenapa susunya keluar lagi? Bayi saya sakit? Atau ASI saya yang salah?”

Tunggu dulu. Sebelum buru-buru ke dokter, Ibu perlu tahu bahwa mengeluarkan susu pada bayi itu terbagi dua: Gumoh (Spitting Up) yang sangat normal, dan Muntah (Vomiting) yang merupakan tanda penyakit.

Salah membedakan keduanya bisa bikin Ibu stres sendiri atau justru terlambat menangani kondisi medis. Yuk, kita pelajari perbedaannya agar Ibu lebih tenang!

Apa Itu Gumoh? (Si “Tumpahan” yang Normal)

Gumoh adalah kejadian di mana isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan keluar dari mulut secara spontan (tanpa paksaan).

Dalam istilah medis disebut Gastroesophageal Reflux (GER). Ini sangat wajar terjadi pada bayi usia 0-4 bulan karena katup lambung (otot penutup di atas lambung) belum kuat sempurna. Jadi, kalau lambung penuh sedikit saja, isinya mudah “tumpah” lagi.

Ciri-Ciri Khas Gumoh:

  1. Mengalir begitu saja: Cairan keluar meleleh dari ujung bibir, tidak menyemprot jauh.
  2. Bayi Ceria: Si Kecil tidak terlihat kesakitan, tidak menangis, bahkan bisa langsung tersenyum setelah gumoh.
  3. Warna Putih: Biasanya berupa susu cair atau gumpalan tahu (susu yang sudah kena asam lambung).
  4. Volume Sedikit: Seringkali terlihat banyak karena menyebar di kain, padahal aslinya mungkin hanya 1-2 sendok makan.

Apa Itu Muntah? (Si “Semprotan” Tanda Bahaya)

Berbeda dengan gumoh, muntah adalah cara tubuh memaksa mengeluarkan isi perut karena ada yang “tidak beres” (bisa infeksi, keracunan, atau sumbatan). Ini melibatkan kontraksi otot perut yang kuat.

Ciri-Ciri Khas Muntah:

  1. Menyemprot Kuat (Projectile): Cairan keluar dengan tenaga, bisa memancar jauh dari mulut bayi.
  2. Bayi Rewel dan Kesakitan: Sebelum muntah, bayi biasanya gelisah, wajah memerah, atau menangis kencang. Setelah muntah, bayi terlihat lemas/pucat.
  3. Warna Beragam: Bisa kuning, hijau, atau ada bercak darah.
  4. Jumlah Banyak: Volume yang keluar sangat signifikan hingga mengosongkan isi lambung.

Tabel Perbedaan Singkat (Untuk Ibu yang Buru-buru)

IndikatorGumoh (Normal)Muntah (Waspada)
UsahaTanpa usaha (mengalir)Ada kontraksi perut (memaksa)
Ekspresi BayiBiasa saja / CeriaRewel / Menangis / Lemas
WarnaPutih susu / DadihHijau / Kuning / Merah
Dampak BBBerat Badan Tetap NaikBerat Badan Turun / Seret

Cara Mencegah Gumoh Berlebih (Tips Laktasi)

Meskipun gumoh itu normal, tapi kalau terlalu sering tentu bikin capek gonta-ganti baju dan laundry menumpuk ya, Bu?

Seringkali, gumoh yang berlebihan disebabkan oleh Teknik Menyusui yang perlu diperbaiki:

1. Perbaiki Pelekatan (Latch On)

Jika mulut bayi tidak menutup rapat areola, banyak udara yang ikut tertelan (aerofagi). Udara ini akan menempati ruang di lambung dan mendesak susu keluar lagi.

  • Solusi: Pastikan bibir bayi dower keluar dan pipi tidak kempot saat menyusu.

2. Jangan Tunggu Bayi Kelaparan

Menyusui saat bayi sudah menangis kencang (kelaparan) akan membuat bayi menyusu terburu-buru dan menelan banyak udara.

3. Wajib Sendawakan Bayi

Tegakkan bayi di bahu Ibu atau posisikan duduk sambil ditepuk punggungnya perlahan setelah menyusu. Ini membantu mengeluarkan gas yang terjebak di bawah susu.

4. Hindari Overfeeding (Terutama Botol)

Lambung bayi baru lahir itu kecil (sebesar kelereng hingga bola pingpong). Jika diberi susu botol dengan aliran deras, lambung cepat penuh dan boom! Tumpah lagi.

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu wajib segera membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan jika muntah disertai:

  • Cairan berwarna HIJAU (cairan empedu – tanda sumbatan usus).
  • Ada darah segar atau gumpalan cokelat tua.
  • Perut bayi terlihat sangat buncit dan keras.
  • Tidak pipis lebih dari 6 jam (Dehidrasi).

Gumoh Terus Bikin BB Bayi Seret? Yuk Evaluasi!

Ibu, jika si Kecil gumohnya sangat sering (setiap habis menyusu) dan grafik berat badannya mulai melandai atau turun, ini bukan lagi sekadar “katup lambung belum kuat”.

Bisa jadi ada masalah pada manajemen pemberian ASI atau pelekatan yang membuat transfer susu tidak efektif (yang masuk angin lebih banyak daripada susu).

Jangan biarkan nutrisi terbuang percuma. Mari kita cek teknik menyusui Ibu lewat sesi Video Call One Hour Consult. Saya akan bantu Ibu meminimalisir gumoh agar ASI bisa jadi daging, bukan jadi tumpahan di baju.

👉 Bantu Saya Atasi Bayi Sering Gumoh & Evaluasi Pelekatan Di Sini!

Demikian Perbedaan Gumoh dan Muntah pada Bayi, semangat mengasihi tanpa drama baju basah ya, Ibu! #PastiBisaAsi