Salah satu “hobi baru” Ibu setelah melahirkan pasti tidak jauh-jauh dari urusan popok. Sedikit-sedikit dicek, “Sudah pipis belum ya? Kok kering terus?”
Wajar kok, Bu. Memantau popok basah memang cara paling akurat dan mudah untuk mengetahui apakah si Kecil mendapatkan cukup ASI atau tidak, mengingat kita tidak bisa melihat berapa mililiter ASI yang keluar dari payudara langsung.
Namun, Ibu perlu tahu bahwa frekuensi pipis bayi itu berubah-ubah sesuai usianya, terutama di minggu pertama kelahiran. Jangan samakan bayi umur 1 hari dengan bayi umur 1 minggu, ya!
Agar Ibu tidak cemas berlebihan, berikut panduan lengkap frekuensi pipis bayi baru lahir yang normal.
Panduan Jumlah Popok Basah (Hari ke-1 s/d 7)
Lambung bayi baru lahir itu kecil (sebesar kelereng), jadi wajar jika di awal kelahiran pipisnya belum “banjir”.
Hari ke-1 (Usia 24 Jam)
- Target: Minimal 1 kali pipis basah.
- Warna: Urinenya mungkin belum bening, kadang masih bercampur dengan zat sisa.
- Feses: Keluar Mekonium (hitam lengket) pertama kali.
Hari ke-2 (Usia 48 Jam)
- Target: Minimal 2 kali pipis basah.
- Kondisi: Ibu mungkin melihat bercak oranye/merah bata di popok (Brick Dust). Jangan panik, baca penjelasannya di bawah ya!
Hari ke-3 (Usia 72 Jam)
- Target: Minimal 3-4 kali pipis basah.
- Tanda Baik: Berat popok mulai terasa “isi” saat diangkat.
Hari ke-4 (Usia 96 Jam)
- Target: Minimal 4-6 kali pipis basah.
- Warna: Urine harus mulai berwarna kuning jernih atau tidak berwarna. Feses mulai berubah dari hitam menjadi kehijauan (transisi).
Hari ke-5 dan Seterusnya
- Target: Minimal 6 kali atau lebih popok basah dalam 24 jam.
- Tanda Cukup ASI: Popok terasa berat, urine berwarna kuning pucat/bening, dan tidak berbau menyengat. Feses sudah berwarna kuning keemasan.
Bercak Merah Bata (Brick Dust): Darah atau Bukan?
Di hari ke-2 atau ke-3, Ibu mungkin kaget melihat noda berwarna oranye kemerahan seperti batu bata di popok bayi.
Tenang, Bu, itu bukan darah.
Itu adalah Kristal Urat (Uric Acid Crystals). Ini normal terjadi pada bayi baru lahir karena urine mereka masih sangat pekat sementara asupan kolostrum masih sedikit.
Kapan Harus Waspada? Kristal urat hanya boleh muncul di 3 hari pertama. Jika setelah hari ke-4 atau ke-5 Ibu masih menemukan bercak merah bata ini, itu adalah Tanda Dehidrasi. Artinya, bayi butuh lebih banyak cairan (ASI) segera untuk “membilas” ginjalnya.
Pipis Sedikit = ASI Kurang?
Ibu, jika setelah hari ke-5 bayi pipisnya kurang dari 6 kali sehari, atau urinenya berwarna kuning tua pekat dan berbau, ini adalah sinyal lampu kuning.
Penyebab utamanya seringkali bukan karena Ibu tidak punya ASI, melainkan karena ASI tidak terpindahkan dengan baik ke tubuh bayi.
Biasanya disebabkan oleh:
- Bayi Mengantuk: Jarang menyusu (kurang dari 8x sehari).
- Pelekatan Dangkal: Bayi hanya “mengempeng” puting sehingga tidak memerah ASI secara maksimal.
- Posisi Tidak Nyaman: Bayi lelah menyusu sebelum kenyang.
Solusi: Jangan Tunggu Dehidrasi, Mari Evaluasi!
Memantau popok adalah deteksi dini terbaik. Jika popok si Kecil sering kering padahal Ibu merasa sudah menyusuinya seharian, jangan dibiarkan ya, Bu.
Mari kita pastikan setiap tetes ASI Ibu masuk sempurna ke perut bayi.
Di Bisaasi.com, saya siap membantu Ibu lewat layanan One Hour Consult. Kita akan cek apakah posisi menyusui sudah benar dan bagaimana cara mengejar ketertinggalan cairan bayi agar pipisnya lancar kembali.
Ingat rumus ini: Banyak Minum = Banyak Pipis = Bayi Sehat.
👉 Klik Disini untuk Cek Kecukupan ASI & Evaluasi Pelekatan Bersama Bidan Desintya

