Bayi Sering Kentut Apakah Normal? Cek Fakta dan Cara Mengatasinya

bayi sering kentut apakah normal cek fakta dan cara mengatasinya

Mendengar suara kentut bayi mungkin terdengar lucu pada awalnya. Namun, jika frekuensinya sangat sering—bahkan setiap beberapa menit sekali—dan terkadang disertai wajah bayi yang memerah mengejan, Ibu mungkin mulai khawatir.

Pertanyaan pun muncul: Bayi sering kentut apakah normal? Atau ini tanda masalah pencernaan?

Tenang, Ibu. Di BisaASI.com, kami memahami kekhawatiran Ibu terhadap setiap gerak-gerik si Kecil. Mari kita bedah fakta medisnya bersama Bidan Desyntia, agar Ibu bisa merawat si Kecil dengan lebih tenang.

Jawaban Singkat: Bayi Sering Kentut Apakah Normal?

Jawabannya adalah: YA, SANGAT NORMAL.

Secara medis, bayi baru lahir memang memproduksi gas lebih banyak daripada orang dewasa. Rata-rata, bayi bisa buang angin (kentut) sebanyak 13 hingga 21 kali dalam sehari. Jadi, jika si Kecil sering “bunyi”, itu justru tanda bahwa saluran pencernaannya sedang bekerja aktif.

Mengapa Bayi Sering Sekali Kentut?

Ada beberapa alasan alamiah mengapa perut bayi mengandung banyak gas:

  1. Sistem Pencernaan Belum Matang Usus bayi baru lahir masih dalam tahap belajar memproses makanan (ASI/Susu). Proses pemecahan nutrisi ini secara alami menghasilkan gas.
  2. Menelan Udara (Aerophagia) Bayi sering menelan udara, terutama saat:
    • Menangis kencang.
    • Menyusu dengan terburu-buru.
    • Pelekatan (Latch On) yang kurang rapat, sehingga ada celah udara yang ikut terhisap masuk.
  3. Jarang Bergerak Berbeda dengan orang dewasa yang bisa berjalan untuk membantu gas turun, bayi lebih banyak berbaring. Akibatnya, gas lebih sulit keluar dan butuh bantuan dorongan (kentut).

Kapan Ibu Harus Waspada? (Tanda Bahaya)

Meskipun kentut itu sehat, Ibu perlu waspada jika “sering kentut” ini disertai gejala lain yang membuat bayi tidak nyaman. Segera konsultasikan ke Bidan atau Dokter jika:

  • Bayi Tampak Kesakitan: Menangis histeris dan melengkungkan punggung saat kentut atau buang air besar.
  • Perut Teraba Keras: Saat diraba pelan, perut bayi terasa kencang seperti batu (kembung parah).
  • Sembelit: Bayi tidak BAB berhari-hari (terutama untuk bayi sufor) dan tinjanya keras.
  • Tinja Berdarah: Ada bercak darah atau lendir pada kotoran bayi.

Cara Mengatasi Bayi yang Kembung dan Sering Kentut

Jika bayi tampak rewel karena perutnya penuh gas, Ibu bisa melakukan beberapa “pertolongan pertama” berikut ini:

1. Perbaiki Posisi Menyusui

Ini adalah pencegahan terbaik. Pastikan mulut bayi menempel rapat pada payudara (areola masuk sebagian besar). Jika terdengar bunyi decak saat menyusu, perbaiki posisinya agar bayi tidak menelan angin.

2. Wajib Sendawakan Bayi

Setiap selesai menyusu (atau saat ganti payudara), luangkan waktu 5-10 menit untuk menyendawakan bayi. Tegakkan tubuh bayi di bahu Ibu dan tepuk punggungnya perlahan hingga udara keluar.

3. Gerakan Kaki “Mengayuh Sepeda”

Baringkan bayi, pegang kedua kakinya, dan gerakkan seperti sedang mengayuh sepeda (bicycle legs). Gerakan ini menekan perut secara lembut dan membantu mendorong gas keluar lewat pantat.

4. Pijat ILU (I Love U)

Lakukan pijatan lembut di perut bayi dengan minyak telon searah jarum jam (membentuk huruf I, L terbalik, dan U terbalik). Pijatan ini efektif melancarkan pencernaan.

Butuh Bantuan Mengatasi Perut Bayi yang Tidak Nyaman?

Jika Ibu merasa bayi sering rewel karena kembung akibat kesalahan posisi menyusui, atau Ibu butuh bantuan Pijat Bayi (Baby Massage) profesional agar si Kecil tidur nyenyak, kami siap membantu.

Bersama Bidan Desyntia Inten Dwi Lestari S.Tr.Keb, Ibu bisa mendapatkan layanan:

  • Konsultasi Laktasi: Mengecek pelekatan agar bayi tidak kembung.
  • Home Care (Bekasi): Layanan pijat bayi langsung di rumah Ibu.

Ingat, kentut adalah tanda usus bayi bekerja. Selama bayi ceria dan berat badannya naik, Ibu tidak perlu cemas berlebihan.

Yuk, Belajar Pijat Bayi & Perbaiki Pelekatan Whatsapp ke nomor kami 0815-2398-1296!