“Kok bayinya kecil banget, sih?” atau “Wah, gemuk banget, dikasih susu apa?”
Komentar-komentar dari lingkungan sekitar tentang fisik bayi seringkali membuat Ibu insecure. Padahal, gemuk belum tentu sehat, dan terlihat kecil belum tentu kurang gizi. Patokan pertumbuhan bayi bukanlah “kata tetangga”, melainkan data medis yang valid.
Di Indonesia, acuan yang digunakan adalah kurva pertumbuhan dari WHO (World Health Organization) yang juga terdapat di dalam buku KIA (Kesehatan Ibu Anak) atau KMS.
Di BisaASI.com, kami merangkum data berat badan ideal bayi menurut WHO agar Ibu bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan tenang dan objektif.
Mengapa Menggunakan Standar WHO?
Penting untuk Ibu ketahui, standar WHO (2006) disusun berdasarkan pertumbuhan bayi yang menyusu ASI eksklusif. Ini berbeda dengan kurva lama (CDC) yang mencampur data bayi susu formula.
Karena pola pertumbuhan bayi ASI itu unik (biasanya naik pesat di 3 bulan awal, lalu melambat setelahnya), maka standar WHO adalah acuan paling tepat untuk memastikan apakah bayi Ibu tumbuh optimal atau mengalami gagal tumbuh (failure to thrive).
Tabel Berat Badan Ideal Bayi Laki-Laki (0-12 Bulan)
Berikut adalah rata-rata berat badan (Median/Garis Hijau) untuk bayi laki-laki. Rentang normal masih berada di antara batas bawah (-2 SD) dan batas atas (+2 SD).
| Usia | Berat Ideal (Rata-rata) | Rentang Normal (Batas Bawah – Atas) |
| 0 Bulan | 3.3 kg | 2.5 kg – 4.4 kg |
| 1 Bulan | 4.5 kg | 3.4 kg – 5.8 kg |
| 3 Bulan | 6.4 kg | 5.0 kg – 8.0 kg |
| 6 Bulan | 7.9 kg | 6.4 kg – 9.8 kg |
| 9 Bulan | 8.9 kg | 7.1 kg – 11.0 kg |
| 12 Bulan | 9.6 kg | 7.7 kg – 12.0 kg |
Tabel Berat Badan Ideal Bayi Perempuan (0-12 Bulan)
Secara genetik, bayi perempuan biasanya memiliki grafik yang sedikit lebih rendah dibandingkan bayi laki-laki. Berikut datanya:
| Usia | Berat Ideal (Rata-rata) | Rentang Normal (Batas Bawah – Atas) |
| 0 Bulan | 3.2 kg | 2.4 kg – 4.2 kg |
| 1 Bulan | 4.2 kg | 3.2 kg – 5.4 kg |
| 3 Bulan | 5.8 kg | 4.5 kg – 7.5 kg |
| 6 Bulan | 7.3 kg | 5.7 kg – 9.3 kg |
| 9 Bulan | 8.2 kg | 6.5 kg – 10.5 kg |
| 12 Bulan | 8.9 kg | 7.0 kg – 11.5 kg |
Kapan Ibu Harus Khawatir?
Ibu tidak perlu panik jika berat bayi tidak persis di angka “Rata-rata”. Selama grafiknya masih berada di jalur hijau (atau tidak turun drastis memotong garis merah), bayi masih dianggap aman.
Namun, segera konsultasikan ke Bidan atau Dokter jika:
- Grafik Datar atau Turun: Berat badan tidak naik sama sekali dalam 1 bulan, atau malah turun.
- Kenaikan BB Minimum Tidak Tercapai:
- Triwulan 1 (0-3 bln): Min. naik 750-900 gram/bulan.
- Triwulan 2 (4-6 bln): Min. naik 600 gram/bulan.
- Triwulan 3 (6-9 bln): Min. naik 450 gram/bulan.
- Bayi Jarang Pipis: Tanda dehidrasi atau asupan ASI kurang.
Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik
Jika bayi Ibu full ASI namun berat badannya seret, jangan buru-buru menyalahkan kualitas ASI Ibu. ASI Ibu selalu bergizi! Masalahnya seringkali ada pada transfer ASI, yaitu:
- Pelekatan yang Salah: Bayi hanya “mengempeng” puting, tidak memerah ASI secara efektif.
- Tongue Tie: Lidah bayi terikat sehingga tidak bisa memerah payudara dengan maksimal.
- Manajemen Menyusui: Durasi menyusui terlalu singkat sehingga bayi hanya dapat foremilk (ASI depan yang encer), belum sampai ke hindmilk (ASI belakang yang kaya lemak).
Solusi Menaikkan Berat Badan Bayi bersama Bisa ASI
Jangan biarkan grafik pertumbuhan si Kecil merah. Evaluasi cara menyusui adalah langkah pertama sebelum memutuskan menambah susu formula.
Bersama Bidan Desyntia Inten Dwi Lestari S.Tr.Keb, kami siap membantu Ibu melakukan “Audit Menyusui”:
- Cek Pelekatan: Memastikan bayi menyedot dengan efisien.
- Cek Tongue Tie: Skrining anatomi mulut bayi.
- Program Kenaikan BB: Strategi menyusui agar bayi mendapatkan hindmilk yang bikin gemuk.
Ibu tenang, bayi tumbuh kembang. Mari kejar berat badan ideal si Kecil bersama ahlinya.
Bayi Kurus Padahal Kuat Menyusu? Yuk, Whatsapp ke nomor 0815-2398-1296 kami sekarang!

