Selamat datang di usia 3 bulan, Ibu!
Masa-masa “hanya tidur dan menyusu” ala bayi baru lahir perlahan mulai hilang. Di usia ini, si Kecil sudah mulai “bangun”. Matanya semakin awas melihat sekeliling, senyumnya makin sering merekah (social smile), dan celoteh lucunya mulai terdengar.
Namun, Ibu mungkin bertanya-tanya: “Stimulasi apa yang tepat agar tumbuh kembangnya optimal? Apakah bayi saya sudah harus bisa tengkurap sendiri?”
Di BisaASI.com, kami merangkum panduan stimulasi bayi 3 bulan yang bisa Ibu praktikkan di rumah sambil bermain santai.
Bayi 3 Bulan Sudah Bisa Apa? (Milestone)
Sebelum masuk ke cara melatihnya, Ibu perlu tahu standar perkembangannya agar tidak panik atau membandingkan dengan anak tetangga.
Secara umum, bayi usia 3 bulan sudah bisa:
- Leher Tegak: Saat digendong tegak, kepalanya sudah tidak “oleng” atau jatuh ke belakang.
- Tengkurap (Tummy Time): Mampu mengangkat kepala dan dada 45-90 derajat saat diletakkan di perutnya.
- Tangan Aktif: Membuka kepalan tangan, mencoba meraih benda gantung, dan memasukkan tangan ke mulut.
- Komunikasi: Menatap mata Ibu saat diajak bicara dan membalas senyuman.
5 Ide Stimulasi Bayi 3 Bulan yang Efektif
1. Tummy Time (Raja Segala Stimulasi)
Ini adalah latihan terpenting untuk menguatkan otot leher, punggung, dan bahu sebagai persiapan merangkak nanti.
- Caranya: Letakkan bayi dalam posisi tengkurap di alas yang datar (matras/kasur keras). Posisikan mainan berwarna cerah atau cermin di depannya agar ia tertarik mengangkat kepala.
- Durasi: Lakukan 2-3 kali sehari selama 3-5 menit. Jika bayi menangis, jangan dipaksa. Coba lagi nanti.
2. Latihan Melacak Objek (Visual Tracking)
Penglihatan bayi 3 bulan sudah jauh lebih jelas dan bisa membedakan warna.
- Caranya: Pegang mainan berwarna kontras (merah/hitam-putih) sekitar 30 cm di depan wajahnya. Gerakkan perlahan ke kiri dan ke kanan. Perhatikan apakah bola matanya mengikuti gerakan mainan tersebut. Ini melatih koordinasi mata dan leher.
3. “Gowes Sepeda” (Kaki)
Otot kaki yang kuat diperlukan untuk fase berguling (rolling over).
- Caranya: Baringkan bayi telentang. Pegang pergelangan kakinya, lalu gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda secara perlahan. Sambil bernyanyi, gerakan ini juga ampuh mengeluarkan gas di perut (anti kembung).
4. Bermain Cermin (Mirror Play)
Bayi sangat suka melihat wajah, termasuk wajahnya sendiri (meski ia belum sadar itu dirinya).
- Caranya: Ajak bayi bercermin. Tunjuk bayangannya sambil berkata, “Ini Adek… Ini Ibu…”. Ini adalah stimulasi sosial dan kognitif yang sangat baik.
5. Sentuhan Tekstur & Pijat (Sensory Play)
Kulit adalah organ sensorik terbesar bayi. Sentuhan yang bervariasi akan merangsang jutaan sel saraf di otaknya.
- Caranya: Biarkan tangan bayi menyentuh berbagai tekstur (kain lembut, mainan karet, selimut bulu).
Dan yang paling ampuh: Pijat Bayi Rutin. Memijat bayi bukan hanya soal relaksasi, tapi juga stimulasi proprioseptif (kesadaran tubuh). Bayi jadi lebih “sadar” akan letak tangan dan kakinya, sehingga motoriknya lebih cepat berkembang.
Kapan Ibu Harus Waspada? (Red Flags)
Setiap anak unik, tapi segera konsultasikan ke Dokter Anak atau Bidan jika di usia 3 bulan bayi mengalami tanda berikut:
- Kepala masih terkulai lemas (tidak bisa tegak) saat digendong.
- Tidak bisa memfokuskan mata pada objek yang bergerak.
- Tidak merespon suara keras (tidak kaget).
- Tangan terus mengepal kuat (tidak mau membuka).
- Jarang tersenyum atau tidak ada kontak mata sama sekali.
Dukung Tumbuh Kembang dengan Baby Gym & Massage
Ingin stimulasi yang lebih terarah agar motorik si Kecil makin jago?
Ibu bisa mencoba layanan Baby Gym & Massage dari Bidan Desyntia. Melalui kunjungan ke rumah (Home Care area Cikarang & Bekasi), kami akan:
- Melakukan pijatan stimulasi saraf motorik.
- Melatih gerakan baby gym sederhana yang aman untuk menguatkan otot leher dan tangan.
- Mengajarkan Ibu cara Tummy Time yang benar.
Yuk, jadikan waktu bermain si Kecil lebih bermakna dan bermanfaat!

