Pernahkah Ibu merasa takut setiap kali jam menyusui tiba? Rasa perih saat bayi mulai menghisap, puting yang lecet, hingga ujung jari kaki yang mengerut menahan sakit. Jika Ibu mengalaminya, ketahuilah bahwa Ibu tidak sendirian.
Namun, ada satu prinsip penting yang perlu Ibu ingat: Menyusui mungkin terasa tidak nyaman di awal, tapi tidak seharusnya menyakitkan terus-menerus.
Rasa sakit yang persisten biasanya adalah “alarm” bahwa ada yang perlu dikoreksi, dan penyebab utamanya seringkali adalah pelekatan (latch on) yang kurang tepat. Di BisaASI.com, kami ingin membantu Ibu mengubah momen menyakitkan ini menjadi momen bonding yang indah. Berikut ini Cara memperbaiki pelekatan menyusui yang sakit:
Mengapa Pelekatan Bisa Terasa Sakit?
Pelekatan yang sakit biasanya terjadi karena bayi hanya menghisap bagian puting (nipple), bukan areola (area gelap di sekitar puting). Puting susu memiliki kulit yang sensitif dan tidak didesain untuk menerima tekanan gusi bayi secara terus-menerus.
Jika bayi melekat dengan benar, puting Ibu akan berada jauh di dalam langit-langit mulut bayi yang lunak (soft palate), sehingga bebas dari gesekan.
Langkah-Langkah Memperbaiki Pelekatan Menyusui
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mendapatkan pelekatan yang dalam (deep latch) dan bebas nyeri:
1. Perbaiki Posisi Duduk Ibu
Jangan membungkuk ke arah bayi. Duduklah bersandar dengan rileks, gunakan bantal untuk menyangga punggung dan lengan. Biarkan bayi yang mendekat ke payudara, bukan payudara yang “jatuh” ke bayi.
2. Posisikan Tubuh Bayi (Perut Ketemu Perut)
Pastikan seluruh badan bayi menghadap ke badan Ibu (tummy to tummy). Telinga, bahu, dan pinggul bayi harus berada dalam satu garis lurus. Leher bayi tidak boleh terpelintir.
3. Pancing Mulut Bayi Terbuka Lebar
Jangan terburu-buru memasukkan puting. Sentuhkan puting Ibu ke hidung atau bibir atas bayi. Tunggu sampai bayi membuka mulutnya lebar-lebar seperti sedang menguap (big mouth).

4. Teknik “Asymmetric Latch”
Saat mulut bayi terbuka lebar, arahkan bayi ke payudara dengan gerakan cepat namun lembut. Pastikan dagu bayi menyentuh payudara lebih dulu, baru kemudian bibir atasnya menutup. Ini akan membuat porsi areola bagian bawah masuk lebih banyak ke mulut bayi dibandingkan bagian atas.
Tanda Pelekatan Sudah Benar (AMUBIDA)
Untuk memastikan apakah posisi sudah benar, Ibu bisa mengecek tanda-tanda berikut:
- Areola bagian atas terlihat lebih banyak daripada bagian bawah.
- Mulut bayi terbuka lebar.
- Bibir bawah bayi memble keluar (dower), tidak terlipat ke dalam.
- Dagu bayi menempel erat pada payudara Ibu.
- Pipi bayi menggembung (tidak kempot saat menghisap).
- Yang terpenting: Tidak ada rasa nyeri.
Bagaimana Jika Masih Sakit?
Jika Ibu sudah mencoba memperbaiki posisi berkali-kali namun rasa nyeri tetap ada, atau bentuk puting Ibu terlihat gepeng/runcing seperti lipstik baru setelah menyusui, mungkin ada faktor lain yang perlu dicek.
Faktor tersebut bisa berupa:
- Anatomi mulut bayi (seperti Tongue Tie atau Lip Tie).
- Infeksi jamur atau bakteri.
- Vasospasme.
Untuk kasus seperti ini, Ibu membutuhkan mata ahli untuk melakukan observasi mendalam.
Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional
Kami di Bisa ASI memahami bahwa minimnya dukungan sering membuat Ibu merasa ingin menyerah dan beralih ke produk pengganti ASI. Padahal, dengan sedikit koreksi dari tenaga profesional, masalah ini seringkali bisa teratasi.
Bidan Desyntia Inten Dwi Lestari S.Tr.Keb siap membantu Ibu melakukan observasi pelekatan, baik secara langsung (Home Care Bekasi) maupun via Video Call (Online).
Ingat, hasil produksi ASI dan kondisi setiap Ibu berbeda-beda. Kami tidak menjamin hasil instan, tetapi dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, peluang Ibu untuk sukses memberikan ASI tanpa rasa sakit akan jauh lebih besar.
Yuk, perbaiki pelekatan sekarang sebelum lecet semakin parah. Segera menghubungi kami di nomor whatsapp 0815-2398-1296.

