Cara Relaksasi Ibu Menyusui Agar ASI Deras Ala Konselor Teh Desyn

cara relaksasi ibu menyusui agar asi deras ala konselor teh desyn

Kelelahan merawat bayi baru lahir, kurang tidur, dan tekanan mental adalah hal yang sangat umum dialami oleh ibu menyusui. Tanpa disadari, penumpukan stres ini seringkali menjadi penyebab utama menurunnya produksi air susu ibu. Banyak ibu yang langsung panik dan mencari berbagai macam suplemen pelancar ASI saat merasa volume air susunya mulai seret. Padahal, kunci utama dari kelancaran aliran ASI sangat erat kaitannya dengan kondisi psikologis ibu.

Tubuh manusia bekerja dengan sistem hormon yang saling berkaitan. Ketika ibu merasa tenang dan bahagia, tubuh akan memproduksi hormon yang memicu keluarnya air susu secara maksimal. Oleh karena itu, memahami cara relaksasi ibu menyusui agar ASI deras adalah langkah pertama yang selalu diajarkan oleh konselor laktasi.

Mengapa Relaksasi Sangat Penting untuk Kelancaran ASI?

Proses laktasi dikendalikan oleh dua hormon utama, yaitu prolaktin yang bertugas memproduksi air susu, dan oksitosin yang bertugas memompa atau mengeluarkan air susu dari payudara. Hormon oksitosin ini sering juga disebut sebagai hormon cinta atau hormon relaksasi.

Ketika ibu merasa stres, cemas, atau menahan sakit, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat menghambat kerja hormon oksitosin. Akibatnya, meskipun payudara sebenarnya penuh dengan air susu, aliran ASI tidak bisa memancar keluar karena tertahan di dalam kelenjar. Dengan melakukan relaksasi, ibu dapat menekan hormon stres dan membiarkan hormon oksitosin bekerja secara optimal.

Panduan Cara Relaksasi Ibu Menyusui Agar ASI Deras

Ada beberapa teknik menenangkan diri yang bisa ibu praktikkan dengan mudah di rumah. Berikut adalah metode relaksasi yang sering dianjurkan oleh konselor laktasi.

Lakukan Pijat Oksitosin Di Area Punggung

Pijat oksitosin adalah teknik pemijatan lembut yang dilakukan di sepanjang sisi tulang belakang, mulai dari leher hingga punggung bagian bawah. Pemijatan pada titik-titik saraf ini sangat efektif untuk menghilangkan ketegangan otot leher dan punggung akibat posisi menyusui yang menunduk. Ibu bisa meminta bantuan suami atau keluarga di rumah untuk melakukan pijatan ini selama beberapa menit sebelum sesi menyusui dimulai.

Terapkan Kontak Kulit ke Kulit dengan Bayi

Metode meletakkan bayi di dada ibu tanpa terhalang pakaian terbukti secara medis mampu menurunkan tingkat stres pada ibu dan bayi. Sentuhan hangat dan aroma tubuh bayi akan langsung mengirimkan sinyal ke otak ibu untuk melepaskan hormon oksitosin dalam jumlah besar.

Ciptakan Suasana Menyusui yang Tenang

Usahakan untuk menyusui di ruangan yang redup, sejuk, dan terhindar dari kebisingan. Ibu juga bisa mendengarkan alunan musik instrumental yang lembut, menyalakan lilin aromaterapi, atau menyiapkan minuman hangat kesukaan ibu sebelum bayi mulai menghisap payudara.

Atur Pola Napas Sebelum Menyusui

Sebelum menyodorkan payudara kepada bayi, ambil waktu sejenak untuk menarik napas dalam-dalam melalui hidung dan menghembuskannya perlahan melalui mulut. Lakukan teknik pernapasan ini sebanyak tiga hingga lima kali sambil meyakinkan diri sendiri bahwa ibu mampu memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.

Proses menyusui memang membutuhkan ketenangan pikiran dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Jika ibu sudah mencoba berbagai cara relaksasi namun aliran air susu tetap tidak lancar atau payudara terasa sangat nyeri, ibu jangan panik. Jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296.