Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap Bayi 0-9 Bulan: Panduan IDAI Terbaru | Bisa ASI

jadwal imunisasi dasar lengkap bayi 0 9 bulan panduan idai terbaru bisa asi

Memberikan imunisasi adalah salah satu bentuk cinta terbesar Ibu untuk masa depan si Kecil. Dengan vaksin, Ibu memberikan “perisai” yang melindungi tubuh bayi dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Namun, seringkali Ibu merasa bingung dengan banyaknya jenis vaksin dan jadwal yang harus dipenuhi. “Bulan ini suntik apa ya? Kok ada vaksin baru lagi?”

Jangan khawatir, Bu. Di BisaASI.com, kami merangkum jadwal imunisasi dasar lengkap sesuai rekomendasi terbaru Pemerintah (Kemenkes) dan IDAI agar Ibu tidak terlewat satu pun.

Mengapa Imunisasi Itu Penting? (Bukan Sekadar Syarat)

Imunisasi bekerja dengan cara memasukkan virus/bakteri yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya agar sistem kekebalan tubuh bayi “berkenalan” dan membentuk antibodi.

Jadi, jika suatu saat bayi terpapar penyakit sungguhan, tubuhnya sudah siap melawan. Ingat Bu, mencegah jauh lebih baik (dan lebih murah) daripada mengobati.

Tabel Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap (Program Pemerintah)

Berikut adalah jadwal wajib untuk bayi usia 0-9 bulan yang bisa Ibu dapatkan di Posyandu, Puskesmas, atau Rumah Sakit:

Usia 0 Bulan (Baru Lahir)

  • Hepatitis B (HB0): Diberikan segera setelah lahir (kurang dari 24 jam) untuk mencegah kerusakan hati.
  • Polio Tetes 1 (OPV): Diberikan sebelum bayi pulang ke rumah.

Usia 1 Bulan

  • BCG: Mencegah TBC (Tuberkulosis) berat. Suntikan ini biasanya meninggalkan bekas benjolan kecil (scar) di lengan kanan atas.

Usia 2 Bulan

  • DPT-HB-Hib 1 (Pentabio): Mencegah Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B, dan Meningitis/Pneumonia Hib.
  • Polio Tetes 2 (OPV)
  • PCV 1: [BARU] Mencegah radang paru (Pneumonia) akibat bakteri Pneumokokus.
  • Rotavirus 1: [BARU] Vaksin tetes manis untuk mencegah diare berat akibat virus Rota.

Usia 3 Bulan

  • DPT-HB-Hib 2
  • Polio Tetes 3 (OPV)
  • PCV 2
  • Rotavirus 2

Usia 4 Bulan

  • DPT-HB-Hib 3
  • Polio Tetes 4 (OPV)
  • IPV (Polio Suntik): Penguat kekebalan polio.

Usia 9 Bulan

  • Campak-Rubella (MR): Mencegah penyakit Campak dan Rubella yang bisa menyebabkan kelainan bawaan.

(Catatan: Jadwal imunisasi lanjutan (booster) akan diberikan lagi di usia 18 bulan dan usia sekolah dasar).

Menghadapi Drama Pasca Imunisasi (KIPI)

Setelah imunisasi, wajar jika muncul reaksi ringan yang disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Ibu jangan panik ya, ini tanda vaksin sedang bekerja.

Gejala yang sering muncul:

  1. Demam Ringan: Suhu tubuh naik sedikit (sumer) terutama setelah vaksin DPT.
  2. Bengkak/Merah: Di area bekas suntikan (paha atau lengan).
  3. Rewel: Bayi merasa pegal atau tidak nyaman badannya.

Apa yang Harus Ibu Lakukan?

  • Kompres: Gunakan air hangat di bekas suntikan jika bengkak.
  • Minum ASI: Susui lebih sering (“Gempur ASI”) agar bayi tidak dehidrasi dan demam cepat turun.
  • Obat Penurun Panas: Berikan Paracetamol (sesuai dosis berat badan) HANYA JIKA suhu di atas 37,5°C – 38°C dan bayi terlihat sangat tidak nyaman.
  • Pakaian Tipis: Jangan membedong bayi tebal-tebal saat demam.

Bayi Rewel & Pegal Habis Suntik? Pijat Bayi Solusinya!

Tahukah Ibu? Salah satu cara ampuh meredakan kerewelan bayi pasca imunisasi (setelah demam turun) adalah dengan Pijat Bayi (Baby Massage).

Pijatan lembut dapat membantu:

  • Melancarkan aliran darah di area yang pegal.
  • Merilis hormon endorfin (pereda nyeri alami).
  • Membuat bayi tidur nyenyak sehingga pemulihan lebih cepat.

Jika Ibu butuh bantuan untuk merelaksasi si Kecil setelah drama suntik menyuntik, Bidan Desyntia siap datang ke rumah (Home Care area Cikarang & Bekasi).

Mari lindungi si Kecil dengan imunisasi lengkap, dan manjakan tubuhnya dengan pijatan sehat.

Anak Rewel Pasca Imunisasi? Yuk, Booking Pijat Bayi!