Menyusui adalah proses alami, namun tidak semua ibu dan bayi bisa langsung menguasainya dengan mudah. Salah satu kendala tersembunyi yang sering kali membuat proses menyusui terasa sangat menyiksa adalah kondisi fisik bawaan pada mulut bayi, yaitu Tongue Tie (tali lidah pendek) dan Lip Tie (tali bibir atas yang kaku).
Banyak ibu baru yang merasa frustrasi karena putingnya terus-menerus lecet, pecah-pecah, hingga berdarah setiap kali menyusui. Di sisi lain, bayi juga terlihat sering rewel, mudah lepas dari payudara, durasi menyusu yang sangat lama namun berat badannya sulit naik, atau terdengar bunyi “klik” saat ia menghisap.
Jika Ibu dan si Kecil mengalami tanda-tanda tersebut, jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri atau merasa produksi ASI Ibu kurang. Kemungkinan besar masalahnya terletak pada anatomi mulut bayi. Untuk memastikannya, Ibu sangat membutuhkan evaluasi klinis dari konselor laktasi Bekasi untuk bayi tongue tie dan lip tie.
Mengapa Tongue Tie dan Lip Tie Mengganggu Proses Menyusui?
Untuk bisa menghisap ASI secara optimal tanpa melukai puting Ibu, bayi harus melakukan pelekatan (latch on) yang dalam dan asimetris. Mulut bayi harus terbuka lebar (bibir terlipat ke luar) dan lidahnya harus bisa menjulur ke depan untuk memerah kalang payudara (areola) dari bawah.
- Pada kasus Tongue Tie (Ankyloglossia): Tali jaringan di bawah lidah bayi terlalu pendek atau tebal, sehingga pergerakan lidahnya sangat terbatas. Bayi tidak bisa menjulurkan lidahnya melewati gusi bawah, sehingga ia mengandalkan gusi dan bibirnya untuk menjepit puting Ibu. Inilah yang menyebabkan puting Ibu terasa seperti digigit dan lecet parah.
- Pada kasus Lip Tie: Jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi terlalu kencang, membuat bibir atas bayi tidak bisa “dower” atau membuka lebar saat menyusu. Hal ini membuat ruang hisapan bocor dan banyak udara yang masuk ke perut bayi (membuat bayi mudah kolik atau kembung).
Evaluasi Medis Homecare dari Bisa ASI
Membawa bayi baru lahir yang sedang rewel menembus lalu lintas Bekasi untuk mencari kejelasan diagnosis tentu akan sangat menguras emosi dan fisik Ibu.
Sebagai solusi yang praktis dan menenangkan, BisaASI.com menghadirkan layanan Homecare (kunjungan ke rumah) bersama Bidan Desyntia. Kami membawa keahlian klinik laktasi langsung ke kamar tidur Ibu.
Dalam penanganan bayi dengan indikasi Tongue Tie atau Lip Tie, Bidan akan melakukan:
- Pemeriksaan Anatomi Mulut: Mengevaluasi secara langsung pergerakan lidah, bibir, dan langit-langit mulut si Kecil dengan lembut.
- Koreksi Posisi Menyusui Khusus: Bidan akan mengajarkan variasi posisi menyusui (straddle hold atau football hold) dan teknik pelekatan khusus untuk meminimalisir rasa sakit pada puting Ibu sambil memastikan ASI tetap masuk dengan baik.
- Rujukan Medis yang Tepat: Jika kondisi Tongue Tie/Lip Tie tergolong berat (tipe 3 atau 4) dan sangat menghambat pertumbuhan bayi, Bidan akan memberikan rujukan dan pendampingan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter gigi anak (Pedodontis) untuk tindakan insisi (pemotongan jaringan).
Jangkauan Cepat di Wilayah Bekasi
Tim asuhan kebidanan Bisa ASI siap merespons panggilan Ibu dan menjangkau seluruh perumahan di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi. Layanan kami mencakup area Cikarang, Jababeka, Tambun, Cibitung, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Bekasi Utara, hingga Harapan Indah.
Jangan biarkan rasa sakit dan kebingungan menghentikan perjalanan ASI eksklusif Ibu. Dapatkan diagnosis yang jelas dan penanganan yang tepat secara aman, nyaman, dan privat di rumah Ibu sendiri.
Puting Terus Lecet dan Bayi Selalu Rewel Saat Menyusu? Segera Jadwalkan Evaluasi Laktasi!

