Menyusui adalah perjalanan luar biasa yang tidak selalu berjalan mulus. Di minggu minggu pertama pasca persalinan, keluhan payudara yang terasa penuh, keras, dan menyakitkan adalah hal yang sangat umum terjadi. Banyak ibu yang merasa kebingungan dan langsung berasumsi bahwa mereka terkena penyakit parah saat payudaranya mulai membengkak.
Kepanikan ini wajar terjadi, namun ibu perlu mengetahui bahwa tidak semua pembengkakan adalah tanda bahaya. Sangat penting bagi ibu menyusui untuk bisa membedakan mana kondisi bengkak yang tergolong wajar karena bendungan air susu, dan mana yang sudah mengarah pada infeksi mastitis. Kesalahan dalam mengenali gejala dapat menyebabkan penanganan yang terlambat dan membahayakan kesehatan ibu.
Ciri Ciri Payudara Bengkak Karena Bendungan Air Susu
Kondisi bengkak biasa sering disebut dengan istilah bendungan laktasi atau pembengkakan fisiologis. Hal ini biasanya terjadi pada hari ketiga hingga keenam setelah persalinan saat cairan transisi berubah menjadi air susu matang yang volumenya jauh lebih banyak.
Pada pembengkakan biasa, rasa penuh dan keras biasanya terjadi pada kedua sisi payudara secara bersamaan. Kulit payudara mungkin terasa kencang dan sedikit hangat, namun rasa nyeri yang timbul masih dalam batas toleransi dan merata di seluruh bagian. Suhu tubuh ibu umumnya tetap normal atau hanya mengalami demam ringan yang akan segera turun setelah bayi berhasil menghisap atau setelah payudara dikosongkan melalui proses memompa.
Tanda Bahaya Dan Gejala Infeksi Mastitis Pada Ibu Menyusui
Berbeda dengan bengkak biasa, infeksi mastitis adalah kondisi medis serius di mana jaringan kelenjar payudara mengalami peradangan akut yang seringkali dipicu oleh bakteri. Bakteri ini bisa masuk melalui luka lecet pada puting atau akibat saluran air susu yang tersumbat dibiarkan terlalu lama.
Perubahan Warna Kulit Dan Suhu Tubuh
Tanda paling khas dari peradangan jaringan adalah munculnya bercak kemerahan pada area kulit payudara yang menyerupai bentuk irisan kue pie. Area kemerahan ini akan terasa sangat panas saat disentuh. Selain itu, ibu yang mengalami kondisi ini biasanya akan mendadak terserang demam tinggi hingga menggigil hebat seperti sedang terkena flu berat.
Munculnya Rasa Nyeri Yang Tidak Tertahankan
Rasa sakit pada payudara yang mengalami peradangan akibat bakteri terasa jauh lebih tajam dan menusuk. Berbeda dengan bengkak biasa yang merata, nyeri pada kondisi peradangan jaringan ini biasanya terpusat pada satu titik atau satu sisi payudara saja. Rasa nyeri ini tidak langsung mereda meskipun payudara sudah dikosongkan dengan pompa mekanik maupun hisapan bayi.
Langkah Awal Penanganan Saat Payudara Mulai Meradang
Jika ibu mengalami gejala pembengkakan biasa, langkah terbaik adalah menyusui bayi lebih sering dan melakukan kompres hangat sebelum sesi laktasi untuk melancarkan aliran air susu. Namun, jika ibu sudah melihat adanya tanda tanda peradangan akut yang disertai demam menggigil, ibu sangat disarankan untuk segera beristirahat total dan menghentikan segala bentuk pijatan kasar yang bisa memperparah luka di dalam kelenjar.
Menghadapi fase menyusui yang penuh dengan keluhan fisik memang menguras emosi. Jika ibu mulai merasakan gejala yang mengarah pada peradangan atau payudara terasa keras membatu, ibu jangan panik. jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296.

