Pitcher Method ASI: Cara Mengelola ASIP Tanpa Bikin Kulkas Berantakan

pitcher method asi cara mengelola asip tanpa bikin kulkas berantakan

Halo, para Ibu hebat!

Pernah nggak, sih, merasa kulkas penuh banget sama botol-botol ASIP yang isinya cuma 40ml atau 60ml? Belum lagi cucian botol yang menumpuk di wastafel karena setiap sesi pompa kita pakai botol baru. Jujur saja, manajemen ASIP kadang bisa bikin stres sendiri di tengah kesibukan mengurus si kecil.

Nah, belakangan ini ada teknik yang lagi populer banget di kalangan Ibu menyusui, namanya Pitcher Method ASI. Teknik ini diklaim bisa bikin hidup Ibu jadi lebih simpel dan kulkas jadi lebih rapi.

Penasaran gimana caranya? Yuk, kita bedah tuntas!

Apa Sih Pitcher Method ASI itu?

Sesuai namanya, pitcher artinya kendi atau wadah besar. Jadi, alih-alih menyimpan ASIP dalam botol kecil-kecil setiap kali selesai pompa, Ibu mengumpulkan semua hasil perahan dalam satu hari ke dalam satu wadah besar yang sama.

Nanti, di malam hari atau besok paginya, baru deh Ibu bagi-bagi ke dalam botol minum anak sesuai takaran biasanya. Simpel, kan?

Langkah-Langkah Melakukan Pitcher Method ASI (Biar Tetap Aman!)

Meski kelihatannya cuma tinggal “tuang-gabung”, ada aturan mainnya supaya kualitas ASI tetap terjaga:

Siapkan Wadah Besar: Pilih wadah kaca atau plastik bebas BPA yang ada tutupnya. Pastikan sudah disteril ya!

Dinginkan Dulu: Ini aturan emasnya. Jangan campur ASI yang baru diperas (masih hangat) langsung ke dalam wadah besar yang sudah dingin di kulkas. Simpan dulu ASI baru di botol kecil, masukkan kulkas selama 1-2 jam. Setelah suhunya sama-sama dingin, baru tuang ke wadah utama.

Kumpulkan Selama 24 Jam: Ibu bisa terus menambah ASIP dingin ke wadah tersebut selama satu hari penuh.

Aduk & Bagi: Di akhir hari, aduk pelan (supaya lemak yang menempel di dinding wadah tercampur lagi), lalu tuang ke botol-botol kecil untuk stok minum besok.

Sisanya Masuk Freezer: Kalau ada sisa yang nggak terminum besok, baru masukkan ke kantong ASI untuk dibekukan.

Kenapa Ibu Perlu Coba Pitcher Method ASI Ini? (Kelebihannya)

Nutrisi Lebih Merata: Kandungan ASI itu beda-beda; ada yang encer di pagi hari dan kental di malam hari. Dengan metode ini, Ibu mencampurnya jadi satu sehingga setiap botol punya kualitas nutrisi yang seimbang.

Kulkas Jadi Rapi: Ucapkan selamat tinggal pada pemandangan “hutan botol” di rak kulkas. Cukup satu wadah besar, semua beres!

Cucian Berkurang Drastis: Bayangkan berapa banyak botol yang bisa Ibu hemat untuk dicuci. Energi Ibu bisa dipakai buat istirahat atau main bareng anak.

Takaran Pas: Ibu bisa menyiapkan botol dengan ukuran yang pas (misalnya tepat 120ml), jadi nggak ada ASI yang terbuang karena sisa di botol perah yang tanggung.

Tapi, Ada Kurangnya Juga Ya…

Nggak ada metode yang sempurna, jadi Ibu juga perlu mempertimbangkan ini:

Risiko “Telur dalam Satu Keranjang”: Kalau amit-amit wadahnya tumpah atau Ibu lupa menutup rapat sehingga ASI terkontaminasi bau kulkas, maka hasil pompa seharian bisa terbuang semua.

Disiplin Kebersihan: Karena kita sering buka-tutup wadah dan tuang sana-sini, pastikan tangan dan peralatan Ibu benar-benar bersih.

Masalah Lipase: Beberapa Ibu punya ASI dengan kadar lipase tinggi (yang bikin ASI bau sabun kalau disimpan lama). Bagi beberapa orang, metode ini bisa memicu bau tersebut muncul lebih cepat.

Kesimpulan: Pitcher Method ASI Cocok Buat Siapa?

Metode ini sangat cocok buat Ibu yang melakukan exclusive pumping atau Ibu yang bekerja dan ingin manajemen stok yang lebih cepat. Tapi kalau Ibu lebih nyaman menyimpan per sesi perah karena merasa lebih aman, itu juga nggak masalah. Kuncinya adalah mana yang paling bikin Ibu merasa nyaman dan nggak terbebani.

Gimana, tertarik buat coba Pitcher Method besok? Atau Ibu punya trik lain dalam mengelola ASIP? Sharing di kolom komentar, yuk!