Momen mengganti popok seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan si Kecil. Namun, jika bayi tiba-tiba menangis menjerit saat area pantatnya dibersihkan, Ibu perlu waspada.
Coba perhatikan kulit di area tertutup popok. Apakah terlihat kemerahan, bengkak, atau bahkan lecet?
Jika iya, kemungkinan besar bayi Ibu mengalami ruam popok pada bayi (Diaper Rash).
Kondisi ini sangat umum, tapi bukan berarti boleh disepelekan. Ruam yang parah bisa memicu infeksi jamur dan bakteri yang menyakitkan. Di BisaASI.com, kami merangkum panduan medis cara merawat kulit bayi agar bebas ruam dan kembali mulus.
Apa Itu Ruam Popok?
Ruam popok adalah peradangan pada kulit bayi (dermatitis) yang terjadi di area yang tertutup popok, seperti bokong, lipatan paha, dan alat kelamin.
Kulit bayi yang masih sangat tipis dan sensitif menjadi “korban” dari lingkungan popok yang lembap dan tertutup rapat.
Penyebab Utama Ruam Popok
Sebelum mengobati, Ibu harus tahu dulu musuh utamanya:
- Kelembapan Berlebih: Terlalu lama membiarkan bayi memakai popok yang penuh air seni atau kotoran. Enzim dalam kotoran bisa menggerogoti lapisan pelindung kulit.
- Gesekan (Friction): Popok yang terlalu ketat bergesekan terus-menerus dengan kulit bayi yang lembut.
- Iritasi Produk Kimia: Tisu basah yang mengandung alkohol/parfum, sabun cuci baju, atau merek popok baru yang tidak cocok.
- Makanan Baru: Saat bayi mulai MPASI, komposisi tinja berubah menjadi lebih asam dan bisa mengiritasi kulit.
5 Langkah Ampuh Mengatasi Ruam Popok (Metode ABCDE)
Para ahli kesehatan sering menyingkat penanganan ruam popok dengan rumus ABCDE. Ibu bisa mempraktikkannya di rumah:
A – Air (Udara/Angin-angin)
Obat paling murah dan ampuh untuk ruam adalah udara bebas. Jamur dan bakteri suka tempat lembap, mereka mati di tempat kering.
- Caranya: Sering-seringlah melakukan Diaper Free Time. Biarkan bayi bermain tanpa popok (hanya dialasi perlak kain) selama 10-15 menit setiap kali habis mandi atau ganti popok.
B – Barrier (Pelindung Kulit)
Lindungi kulit yang lecet dari kontak langsung dengan pipis/pup.
- Caranya: Oleskan krim ruam popok (biasanya mengandung Zinc Oxide) setiap kali ganti popok. Oleskan agak tebal seperti lapisan semen. Jangan digosok terlalu kuat, cukup ditepuk-tepuk. Minyak kelapa murni (VCO) juga bisa menjadi alternatif alami.
C – Cleanse (Bersihkan dengan Benar)
Cara membersihkan adalah kunci kesembuhan.
- Caranya: Saat bayi sedang ruam parah, hindari tisu basah (sekalipun yang non-alcohol). Sebaiknya bilas dengan air mengalir dan kapas bulat (cotton ball). Tepuk-tepuk kering dengan handuk lembut (jangan digesek!).
D – Diaper (Popok yang Tepat)
- Caranya: Ganti popok lebih sering, idealnya setiap 2-3 jam sekali atau segera setelah bayi BAB.
- Jika Ibu memakai popok kain (cloth diaper), pastikan dibilas bersih tanpa residu deterjen. Jika pakai pospak, coba ganti ke ukuran yang lebih besar (biar tidak ketat) atau ganti merek untuk sementara.
E – Education (Edukasi)
Pahami bahwa kulit bayi butuh bernapas. Jangan membedong area pinggul terlalu ketat dan hindari penggunaan bedak tabur di area kelamin karena bisa menggumpal dan menjadi sarang bakteri.
Kapan Harus ke Dokter?
Ruam popok biasanya sembuh dalam 3 hari dengan perawatan di atas. Namun, segera bawa ke dokter jika:
- Ruam Menyebar: Muncul bintil-bintil merah di luar area popok.
- Infeksi Jamur: Kulit terlihat sangat merah terang dengan pinggiran yang jelas, dan ada bintik-bintik satelit di sekitarnya.
- Luka Terbuka: Ada kulit yang melepuh, bernanah, atau berdarah.
- Demam: Bayi demam di atas 38°C.
Perawatan Bayi Menyeluruh Bersama Bisa ASI
Kesehatan kulit bayi adalah bagian dari kenyamanan si Kecil. Bayi yang nyaman akan menyusu dengan lebih tenang dan tidur nyenyak.
Jika Ibu butuh panduan lebih lanjut mengenai Perawatan Bayi Baru Lahir (Newborn Care) atau ingin belajar Pijat Bayi untuk meningkatkan imunitas kulit, Bidan Desyntia siap membantu.
Kami melayani kunjungan ke rumah (Home Care) area Bekasi untuk mengajarkan Ibu cara merawat bayi dengan percaya diri. Hubungi kami 0815-2398-1296 sekarang!

