Berikut ini Cara Mengatasi Bingung Puting!
Momen ketika bayi menolak payudara Ibu, menangis histeris, dan melengkungkan punggungnya saat hendak disusui adalah momen yang sangat mematahkan hati. Rasanya seperti ditolak oleh buah hati sendiri. Banyak Ibu yang berpikir, “Apakah ASI saya tidak enak?” atau “Apakah bayi saya sudah tidak sayang saya?”
Tenang dulu, Ibu. Besar kemungkinan si Kecil sedang mengalami bingung puting.
Kabar baiknya: Bayi bingung puting BISA menyusu lagi. Kondisi ini bukan jalan buntu. Bersama BisaASI.com, mari kita pahami penyebabnya dan langkah solutif untuk mengajak bayi kembali ke pelukan Ibu.
Apa Itu Bingung Puting?
Bingung puting adalah kondisi di mana bayi kesulitan beralih antara menyusu langsung (direct breastfeeding) dan menyusu melalui botol dot.
Mekanisme menghisap payudara dan dot itu sangat berbeda.
- Pada Dot: Aliran susu keluar otomatis dan deras hanya dengan hisapan ringan.
- Pada Payudara: Bayi harus “bekerja” memerah areola dengan lidah dan rahang untuk memicu Let Down Reflex (LDR).
Ketika bayi terbiasa dengan aliran deras dari dot (aliran instan), mereka cenderung menjadi “malas” dan frustrasi saat harus kembali berusaha di payudara Ibu. Inilah yang membuat mereka marah dan menolak menyusu.
Tanda-Tanda Bayi Mengalami Bingung Puting
Sebelum mencari solusi, pastikan dulu apakah si Kecil menunjukkan ciri-ciri berikut:
- Menangis histeris saat didekatkan ke posisi menyusu.
- Mengunyah puting atau lidah menolak puting (seperti mendorong keluar).
- Hanya mau menyusu saat mengantuk (sleepy feeding).
- Melengkungkan badan ke belakang menjauhi Ibu.
Solusi Agar Bayi Mau Menyusu Kembali (Relaktasi)
Mengajak bayi kembali menyusu langsung (relaktasi) membutuhkan kesabaran ekstra dan “kepala dingin”. Berikut langkah-langkah yang bisa Ibu coba:
1. Stop Penggunaan Dot Sementara (Media Replacement)
Ini adalah langkah terpenting namun terberat. Selama masa penyembuhan, hentikan pemberian susu lewat botol dot. Gantilah dengan media pemberian ASIP lain yang tidak mengubah struktur mulut bayi, seperti:
- Cup feeder (gelas kecil).
- Sendok.
- Pipet.
2. Perbanyak Skin-to-Skin Contact
Kembalikan insting alamiah bayi dengan sering memeluknya tanpa baju (kulit ketemu kulit). Biarkan bayi menempel di dada Ibu sesering mungkin, bukan hanya saat jam makan. Aroma tubuh dan detak jantung Ibu akan menenangkan bayi dan mengingatkannya pada “rumah” aslinya.
3. Tawarkan Payudara Saat Bayi Tenang
Jangan memaksa menyusui saat bayi sudah menangis kelaparan (tantrum). Cobalah tawarkan payudara saat:
- Bayi baru bangun tidur dan masih setengah sadar.
- Bayi dalam kondisi rileks (tidak terlalu lapar, tidak terlalu kenyang).
4. Kelola Aliran ASI
Jika bayi frustrasi karena ASI tidak segera keluar, Ibu bisa memancing Let Down Reflex (LDR) dulu dengan memijat payudara atau memerah sedikit ASI sebelum menyusui.
Kapan Ibu Butuh Bantuan Konselor?
Proses menyembuhkan bingung puting bisa sangat melelahkan secara emosional. Seringkali, Ibu butuh strategi khusus yang disesuaikan dengan kondisi bayi dan anatomi Ibu.
Di BisaASI.com, kami menyediakan layanan pendampingan yang tepat untuk kasus ini:
- Observasi Menyeluruh: Bidan Desyntia akan mengecek apakah ada masalah lain (seperti tongue tie) yang memperparah kebingungan bayi.
- Paket Pendampingan Intensif (Half Month): Proses relaktasi butuh waktu. Paket 14 hari ini sangat cocok karena Ibu bisa berkonsultasi setiap hari (unlimited) saat menghadapi penolakan bayi, sehingga Ibu tidak merasa berjuang sendirian.
- Home Care (Area Bekasi): Kami bisa datang ke rumah untuk mengajarkan cara penggunaan cup feeder atau posisi menyusui yang menenangkan bayi.
Ibu Pasti Bisa!
Program #PastiBisaAsi hadir untuk mendukung Ibu dengan pilihan metode apa pun tanpa menghakimi. Kami paham betapa beratnya mendengar tangisan penolakan si Kecil, tapi percayalah, dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, peluang Ibu untuk sukses menyusui kembali sangat besar.
Demikian Tips Cara mengatasi bingung puting pada bayi, jangan biarkan bingung puting memisahkan bonding Ibu dan si Kecil.
Yuk, Konsultasikan Strategi Relaktasi Sekarang 0815-2398-1296!

