Kekhawatiran mengenai kecukupan produksi air susu ibu adalah hal yang paling sering dialami oleh para ibu menyusui. Banyak ibu baru yang mudah merasa cemas dan berasumsi bahwa asupan nutrisi buah hatinya kurang hanya karena bayi sering menangis atau selalu ingin menyusu dalam waktu yang berdekatan. Padahal, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi untuk berbagai hal, mulai dari popok yang basah, rasa mengantuk, hingga sekadar ingin digendong.
Agar tidak salah mengambil langkah, ibu perlu mengetahui parameter medis yang akurat untuk menilai kecukupan asupan nutrisi bayi. Berikut adalah tanda bayi tidak cukup ASI yang sebenarnya dan harus diwaspadai sejak dini.
Indikator Utama Tanda Bayi Tidak Cukup ASI
Frekuensi Buang Air Kecil dan Besar yang Sangat Minim
Cara paling objektif untuk mengetahui apakah cairan yang masuk ke tubuh bayi sudah cukup adalah dengan melihat apa yang keluar. Jika dalam sehari bayi yang usianya sudah lebih dari lima hari mengganti popok basah kurang dari enam kali, ibu patut waspada. Selain itu, urin yang berwarna sangat kuning pekat atau kecoklatan juga merupakan indikasi bahwa bayi mengalami dehidrasi karena asupan cairan yang minim.
Penurunan atau Stagnasi Berat Badan Bayi
Adalah hal yang wajar jika berat badan bayi baru lahir sedikit menurun pada minggu pertama. Namun, berat badan tersebut seharusnya sudah kembali ke angka berat lahirnya saat bayi berusia dua minggu. Jika berat badan bayi terus menurun secara drastis, tidak kunjung naik, atau grafiknya mendatar di buku kesehatan ibu dan anak, hal tersebut adalah tanda bayi tidak cukup ASI yang paling nyata dan membutuhkan evaluasi klinis segera.
Payudara Ibu Tidak Terasa Kosong Setelah Menyusui
Proses laktasi yang efektif akan membuat payudara ibu terasa penuh sebelum menyusui dan menjadi jauh lebih lembek atau ringan setelah bayi selesai menyusu. Jika payudara ibu terus-menerus terasa keras dan bayi terlihat frustrasi saat menghisap, kemungkinan besar terjadi masalah pada posisi pelekatan sehingga air susu tidak dapat keluar dan masuk ke mulut bayi dengan optimal.
Kapan Ibu Harus Segera Memanggil Konselor Laktasi?
Jika ibu menemukan satu atau lebih indikasi di atas pada buah hati, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Mencoba mengatasi masalah laktasi sendirian melalui proses coba-coba saat bayi sedang berisiko kekurangan cairan dapat memperburuk keadaan dan memicu stres berat pada ibu.
Bagi ibu yang berdomisili di wilayah Bekasi dan sekitarnya, memanggil konselor laktasi ke rumah adalah solusi yang paling aman dan praktis. Layanan asuhan kebidanan panggilan ke rumah dari Bisa ASI akan membantu ibu mengevaluasi anatomi mulut bayi, memperbaiki posisi pelekatan di lingkungan asli ibu menyusui, serta memberikan terapi pijat yang dibutuhkan untuk melancarkan saluran air susu tanpa perlu repot keluar rumah.
Menyusui adalah proses belajar bersama antara ibu dan bayi. Segera hubungi tenaga kesehatan profesional agar perjalanan mengasihi Anda dapat kembali berjalan dengan tenang, aman, dan tanpa rasa sakit.

