Tanda Tongue Tie pada Bayi Baru Lahir dan Dampaknya pada Menyusui | Bisa ASI

tanda tongue tie pada bayi baru lahir dan dampaknya pada menyusui bisa asi

Menyusui sering digambarkan sebagai momen bonding yang indah. Namun, bagi sebagian Ibu, realitanya bisa berbanding terbalik: puting lecet berdarah, nyeri hebat setiap kali bayi menghisap, dan bayi yang tampak selalu rewel tidak kenyang meski sudah menyusu berjam-jam.

Jika Ibu sudah memperbaiki posisi pelekatan berkali-kali namun rasa sakit itu tetap ada, mungkin ini saatnya mengecek apakah si Kecil memiliki Tongue Tie (Ankyloglossia).

Di BisaASI.com, kami sering menemui kasus di mana tongue tie menjadi akar masalah drama menyusui. Mari kita kenali tanda-tandanya sejak dini.

Apa Itu Tongue Tie?

Secara sederhana, Tongue Tie adalah kondisi di mana jaringan tipis di bawah lidah bayi (frenulum) terlalu pendek, tebal, atau kaku. Akibatnya, pergerakan lidah bayi menjadi terbatas.

Padahal, untuk menyusu dengan efektif, lidah bayi harus bisa menjulur keluar melewati gusi dan bergerak seperti ombak (peristaltik) untuk memerah ASI dari payudara Ibu. Jika lidah “terikat”, bayi tidak bisa memerah ASI dengan maksimal.

Tanda Tongue Tie pada Bayi Baru Lahir

Ibu bisa melakukan pengecekan awal di rumah dengan mengamati tanda-tanda berikut, baik secara fisik maupun perilaku bayi saat menyusu:

1. Tanda Fisik (Visual)

  • Ujung Lidah Berbentuk Hati (Heart-Shaped): Saat bayi menangis atau mengangkat lidah, ujungnya terlihat melekuk ke dalam membentuk huruf V atau hati.
  • Lidah Tidak Bisa Menjulur: Bayi sulit menjulurkan lidah melewati bibir bawahnya.
  • Lidah Terlihat Putih Tebal: Karena lidah jarang menyentuh langit-langit mulut untuk membersihkan diri secara alami.

2. Tanda Saat Menyusu (Fungsional)

  • Bunyi Decak (Clicking Sound): Terdengar bunyi “cek-cek” atau seperti kuda berjalan saat bayi menyusu. Ini terjadi karena hisapan bayi terlepas berulang kali.
  • Sering Terlepas: Bayi sering melepas puting di tengah menyusu lalu menangis frustrasi.
  • Gumming/Mengunyah: Bayi cenderung mengunyah atau menggigit puting Ibu menggunakan gusi untuk menahan payudara, karena lidahnya tidak bisa menopang puting dengan baik.

3. Dampak yang Dirasakan Ibu

Seringkali, tanda paling jelas justru dirasakan oleh Ibu sendiri:

  • Puting Lecet & Gepeng: Setelah menyusui, bentuk puting Ibu terlihat gepeng/pipih (seperti ujung lipstik baru) atau bahkan ada garis putih melintang.
  • Nyeri Hebat: Rasa sakit yang tidak hilang meski posisi tubuh sudah dikoreksi.
  • ASI Tidak Kosong Sempurna: Payudara masih terasa berat meski bayi sudah menyusu lama, yang berisiko menyebabkan sumbatan ASI (clogged duct) hingga mastitis.

Apakah Semua Tongue Tie Harus Dioperasi?

Jawabannya: Tidak Selalu.

Setiap derajat tongue tie berbeda-beda. Ada yang ringan dan masih bisa menyusu dengan baik lewat perbaikan posisi (deep latch), namun ada juga yang membutuhkan tindakan medis (frenotomy) oleh dokter spesialis jika sudah sangat mengganggu pertumbuhan berat badan bayi.

Inilah pentingnya melakukan skrining atau observasi profesional.

Peran Konselor Laktasi dalam Kasus Tongue Tie

Sebagai Bidan dan Konselor Menyusui, Desyntia Inten Dwi Lestari S.Tr.Keb dapat membantu Ibu melakukan penilaian fungsi lidah bayi.

Layanan kami yang dapat membantu Ibu:

  1. Observasi Home Care (Bekasi): Pemeriksaan fisik langsung untuk melihat seberapa bebas pergerakan lidah bayi dan dampaknya pada pelekatan.
  2. Konsultasi Online (Video Call): Kami akan memandu Ibu cara memeriksa mulut bayi dan mengevaluasi gejala yang muncul.

Penting diingat: Pendampingan kami hadir untuk memberi dukungan dan ilmu. Kami melakukan skrining awal, namun diagnosa medis final dan tindakan medis (insisi/gunting) adalah wewenang dokter. Jika diperlukan, kami akan memberikan rujukan yang tepat untuk Ibu.

Jangan Biarkan Ibu Kesakitan Sendirian

Jika Ibu mencurigai si Kecil mengalami tanda tongue tie pada bayi baru lahir seperti di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi.

Mengetahui penyebabnya adalah separuh dari solusi. Mari cari jalan keluarnya bersama BisaASI.com agar Ibu bisa kembali menyusui dengan nyaman di nomor whatsapp 0815-2398-1296.