Perbedaan Pijat Urut Payudara Tradisional vs Pijat Laktasi Medis – Bisaasi

perbedaan pijat urut payudara tradisional vs pijat laktasi medis bisaasi

Mengalami payudara bengkak, keras, dan ASI mampet di masa menyusui adalah hal yang sangat menyiksa bagi seorang ibu. Dalam kondisi panik menahan sakit, langkah pertama yang sering terpikirkan adalah memanggil tukang urut untuk memerah payudara. Namun, sebelum mengambil keputusan, ibu perlu memahami bahwa payudara yang sedang meradang sangatlah sensitif.

Memilih jenis penanganan yang salah justru dapat memperparah kondisi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui perbedaan pijat urut payudara tradisional dan pijat laktasi medis agar proses menyusui kembali lancar dan aman.

Pendekatan dan Teknik Pemijatan

Perbedaan paling mendasar terletak pada teknik yang digunakan. Pijat urut payudara tradisional biasanya mengandalkan tekanan yang kuat dengan tujuan memeras dan memaksa ASI keluar dari saluran yang tersumbat. Teknik paksaan seperti ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bagi ibu yang sedang mengalami bengkak payudara.

Sebaliknya, pijat laktasi medis menggunakan pendekatan klinis yang disebut teknik pijat limfatik. Teknik ini sangat lembut dan minim rasa sakit. Tujuannya bukan untuk memeras payudara, melainkan merangsang aliran getah bening untuk mengurangi pembengkakan dari dalam jaringan, sehingga saluran ASI yang tersumbat bisa terbuka secara alami tanpa paksaan.

Risiko Cedera dan Peradangan

Payudara terdiri dari jaringan kelenjar susu yang sangat halus. Pijatan tradisional dengan tenaga yang keras sangat berisiko merusak dan menghancurkan jaringan kelenjar tersebut. Luka memar di dalam payudara ini dapat memicu peradangan yang lebih luas dan menyebabkan infeksi bakteri berat yang disebut mastitis, yang biasanya ditandai dengan tubuh demam dan menggigil.

Dalam pijat laktasi medis, tenaga kesehatan bertindak sangat hati-hati sesuai dengan ilmu anatomi klinis. Alat dan tangan yang digunakan juga dipastikan bersih dan steril untuk mencegah bakteri masuk melalui area puting yang mungkin sedang mengalami lecet.

Latar Belakang Tenaga Penanganan

Tukang urut tradisional umumnya mengandalkan kemampuan turun-temurun tanpa adanya pemahaman medis mengenai anatomi payudara dan proses produksi hormon laktasi. Mereka seringkali hanya berfokus pada payudara tanpa melihat kondisi ibu secara keseluruhan.

Sementara itu, pijat laktasi medis hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan bersertifikat, seperti bidan atau dokter. Selain melakukan pemijatan dengan teknik yang tepat, tenaga medis dapat mengevaluasi posisi pelekatan menyusui bayi, memberikan pijat relaksasi di area punggung, dan mendiagnosis secara akurat apakah ibu sudah membutuhkan rujukan lebih lanjut untuk mengatasi peradangan.

Bagi ibu yang sedang mengalami masalah menyusui, sangat disarankan untuk mencari pertolongan medis yang aman dan terukur. Keamanan payudara dan kenyamanan ibu adalah kunci utama agar proses mengasihi dapat berjalan dengan sukses tanpa trauma.