Mendekati hari perkiraan persalinan, banyak ibu hamil yang mulai merasa cemas memikirkan kesiapan produksi air susu mereka. Melihat beberapa ibu hamil lain yang sudah mulai mengeluarkan cairan kolostrum sejak trimester kedua atau ketiga seringkali memicu kekhawatiran tersendiri. Kondisi ini kerap mendorong para calon ibu untuk mencari tahu cara memancing asi keluar saat hamil agar kelak bayi mereka tidak kekurangan asupan nutrisi saat dilahirkan.
Namun, melakukan stimulasi pada payudara saat janin masih berada di dalam kandungan bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan. Tubuh ibu hamil sangat sensitif terhadap berbagai rangsangan fisik. Sebelum mencoba berbagai cara untuk mengeluarkan cairan berharga tersebut, ibu wajib memahami proses biologis tubuh dan risiko medis yang mungkin terjadi jika stimulasi dilakukan dengan cara yang keliru dan terlalu dini.
Memahami Produksi Air Susu Selama Masa Kehamilan
Sejak awal masa kehamilan, tubuh ibu sebenarnya sudah mulai sibuk mempersiapkan pabrik air susu. Kelenjar laktasi mulai berkembang dan aliran darah ke area payudara meningkat drastis. Pada pertengahan masa kehamilan, tubuh bahkan sudah mulai memproduksi kolostrum, yaitu cairan pertama yang sangat kaya akan antibodi pelindung penyakit.
Akan tetapi, hormon progesteron yang bertugas menjaga kehamilan juga berfungsi sebagai penahan alami agar cairan tersebut tidak keluar secara masif sebelum waktunya. Oleh karena itu, wajar jika sebagian besar ibu hamil tidak mengalami rembesan air susu sama sekali hingga hari persalinan tiba. Tidak keluarnya cairan saat hamil bukan berarti ibu tidak akan memiliki pasokan yang cukup nantinya.
Risiko Berbahaya Jika Memerah Terlalu Dini
Penting untuk diketahui secara medis bahwa stimulasi yang berlebihan pada area puting payudara akan memicu otak melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini memiliki dua fungsi utama di dalam tubuh wanita, yaitu memompa air susu keluar dari kelenjar dan memicu kontraksi pada otot rahim.
Jika ibu memompa atau memerah secara agresif di awal atau pertengahan masa kehamilan, lonjakan hormon oksitosin tersebut dapat memicu kontraksi rahim secara mendadak. Hal ini sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Oleh sebab itu, tenaga medis sangat melarang keras penggunaan mesin pompa laktasi pada masa kehamilan.
Cara Memancing Asi Keluar Saat Hamil Yang Aman
Jika usia kandungan sudah memasuki minggu ketiga puluh tujuh, posisi janin sudah aman di jalan lahir, dan telah mendapatkan persetujuan langsung dari dokter kandungan, ibu bisa mulai melakukan persiapan laktasi dengan metode yang sangat lembut. Berikut adalah langkah aman yang bisa dipraktikkan.
Melakukan Pijat Payudara Ringan
Fokus utama pada masa kandungan tua ini bukanlah untuk menampung cairan berbotol botol, melainkan sekadar melancarkan saluran kelenjar agar tidak kaku. Lakukan pijatan sangat lembut menggunakan minyak kelapa murni atau pelembap yang aman. Pijat dengan gerakan memutar dari pangkal dada menuju area puting tanpa memberikan tekanan atau tarikan yang kuat.
Membersihkan Area Puting Saat Mandi
Kerak putih atau kotoran kering yang menutupi pori pori puting seringkali menjadi penghalang keluarnya cairan laktasi. Saat mandi, bersihkan area tersebut secara rutin menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat atau baby oil. Usap perlahan dan jangan pernah digosok dengan keras. Langkah sederhana ini sudah cukup untuk membuka jalan bagi kolostrum menetes keluar secara alami nanti.
Menjaga Ketenangan Pikiran Menjelang Persalinan
Persiapan terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang calon ibu adalah dengan menjaga asupan nutrisi tubuh dan menghindari stres sebisa mungkin. Ketenangan pikiran akan sangat membantu proses kelancaran laktasi ketika bayi sudah benar benar lahir ke dunia dan siap menyusu untuk pertama kalinya.
Menghadapi proses persalinan sekaligus memikirkan produksi air susu memang seringkali membuat calon ibu merasa terbebani dan cemas secara berlebihan. Jika ibu merasa kebingungan atau mengalami masalah seperti payudara bengkak dan nyeri hebat di masa kehamilan, ibu jangan panik. jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296.

