Posisi Menyusui yang Benar Agar Tidak Lecet Panduan Bidan | Bisaasi

posisi menyusui yang benar agar tidak lecet panduan bidan bisaasi

Banyak ibu baru menganggap bahwa rasa sakit pada puting saat menyusui adalah hal yang wajar dan harus ditahan. Padahal, menyusui seharusnya menjadi pengalaman yang nyaman dan menyenangkan bagi ibu maupun bayi. Jika ibu merasakan nyeri yang luar biasa hingga puting menjadi lecet, pecah-pecah, atau bahkan berdarah, hal tersebut adalah sinyal kuat bahwa ada yang kurang tepat dalam proses laktasi.

Penyebab utama dari puting lecet hampir selalu bermuara pada satu hal, yaitu kesalahan pelekatan mulut bayi pada payudara. Untuk menghindari luka yang semakin parah, ibu sangat perlu memahami dan menerapkan posisi menyusui yang benar sejak hari pertama kelahiran buah hati.

Kunci dasar pelekatan menyusui yang tepat

Sebelum memilih variasi gaya menggendong bayi, ibu harus memastikan prinsip dasar pelekatan sudah terpenuhi. Pelekatan yang baik akan memastikan bayi menghisap pada area kalang payudara atau areola, bukan hanya mengunyah ujung puting ibu.

Mulut bayi terbuka sangat lebar

Pastikan ibu menunggu hingga mulut bayi terbuka sangat lebar menyerupai orang yang sedang menguap sebelum memasukkan payudara. Bibir atas dan bawah bayi harus terlipat ke arah luar atau dower, tidak tertekuk ke dalam.

Dagu menempel rapat pada payudara

Saat menyusu, dagu bayi harus menempel rapat pada payudara ibu, sedangkan bagian hidungnya sedikit menjauh agar jalan napasnya tetap terbuka. Posisi ini memastikan rahang bawah bayi memerah kelenjar susu dengan optimal.

Tubuh bayi menghadap tubuh ibu

Posisi menyusui yang benar mengharuskan perut bayi menempel pada perut atau tubuh ibu. Telinga, bahu, dan pinggul bayi harus berada dalam satu garis lurus. Bayi tidak boleh menengok atau memutar lehernya hanya untuk menggapai payudara.

Variasi gaya menyusui anjuran bidan

Setiap ibu dan bayi memiliki kenyamanan yang berbeda. Berikut adalah beberapa gaya menyusui yang sering direkomendasikan oleh bidan laktasi untuk mencegah puting lecet.

Gaya mendekap silang atau cross cradle hold

Gaya ini sangat disarankan untuk bayi yang baru lahir karena memberikan kontrol penuh pada kepala bayi. Jika ibu menyusui dengan payudara kiri, gunakan tangan kanan untuk menopang leher dan punggung bayi, sementara tangan kiri ibu memegang dan mengarahkan payudara ke mulut bayi.

Gaya mengapit atau football hold

Gaya ini sangat cocok bagi ibu yang baru saja menjalani operasi caesar atau ibu yang memiliki payudara berukuran besar. Bayi diapit di bawah lengan ibu, sama seperti saat memegang bola rugbi, dengan kaki bayi mengarah ke punggung ibu. Posisi ini menghindarkan bayi menekan luka jahitan di perut ibu.

Gaya berbaring miring atau side lying

Gaya ini sangat membantu bagi ibu yang merasa kelelahan dan ingin menyusui sambil beristirahat di kasur. Ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan. Pastikan punggung bayi disangga dengan bantal atau guling kecil agar posisinya tetap stabil menempel pada ibu.

Menyusui adalah proses adaptasi yang membutuhkan kesabaran. Jika ibu sudah mencoba menerapkan posisi menyusui yang benar namun puting tetap terasa sangat sakit, jangan ragu untuk segera memanggil bidan atau konselor laktasi profesional ke rumah guna mendapatkan evaluasi klinis secara langsung.

Jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296. Tim tenaga kesehatan kami siap datang ke rumah guna memberikan evaluasi klinis secara langsung.