Panduan Cara Memancing Let Down Reflex Dan Tips Relaksasi Asi Di Kantor | Bisaasi

panduan cara memancing let down reflex dan tips relaksasi asi di kantor bisaasi

Salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh ibu menyusui yang kembali bekerja adalah kesulitan mengeluarkan air susu saat memerah di kantor. Meskipun payudara sudah terasa penuh dan mesin perah sudah menyala, cairan bernutrisi tersebut seolah enggan menetes ke dalam botol. Kondisi ini sangat wajar terjadi karena tubuh ibu kehilangan sosok sang bayi yang biasanya memicu keluarnya aliran secara alami.

Untuk bisa mengeluarkan air susu dengan deras, tubuh ibu sangat bergantung pada sebuah proses biologis yang disebut let down reflex atau refleks pelepasan aliran. Refleks ini bekerja layaknya keran air yang dikendalikan penuh oleh otak. Oleh karena itu, ibu sangat membutuhkan berbagai tips relaksasi asi agar otak mau membuka keran aliran tersebut meski sedang memompa sendirian di bilik ruang laktasi kantor.

Mengenal Let Down Reflex Dalam Proses Laktasi

Proses laktasi dikendalikan oleh dua jenis hormon utama. Hormon prolaktin bertugas sebagai pabrik pembuat air susu, sementara hormon oksitosin bertugas memompa air susu tersebut keluar dari pabriknya. Refleks pelepasan aliran ini murni merupakan hasil kerja dari hormon oksitosin yang sering juga dijuluki sebagai hormon cinta.

Ketika bayi menghisap langsung secara alami, sentuhan hangat, aroma tubuh, dan tatapan mata bayi akan langsung mengirimkan sinyal ke otak ibu. Sinyal inilah yang membuat hormon oksitosin meledak dan memicu kontraksi pada kelenjar payudara untuk memeras cairan keluar secara deras. Sayangnya, corong plastik dingin dari mesin pompa tidak memiliki kemampuan emosional untuk memicu refleks tersebut.

Kendala Utama Saat Memompa Sendirian Di Kantor

Berada di ruang laktasi sendirian seringkali memberikan tekanan psikologis tersendiri. Suasana kantor yang kaku, suhu ruangan pendingin yang dingin, hingga tumpukan pekerjaan yang belum selesai memicu keluarnya hormon stres atau kortisol. Hormon kortisol adalah musuh utama dari hormon oksitosin. Semakin ibu merasa tertekan, semakin kuat pula hormon stres tersebut memblokir aliran air susu.

Ditambah lagi, banyak ibu yang melakukan kesalahan dengan terus menerus menatap botol penampung secara cemas sambil menghitung tetesan yang keluar. Tatapan kosong ke arah botol inilah yang justru semakin memperparah kondisi sumbatan laktasi.

Berbagai Tips Relaksasi Asi Untuk Memancing Refleks Aliran

Karena mesin perah tidak bisa memancing emosi ibu, maka ibu harus menciptakan stimulasi tersebut secara mandiri. Berikut adalah beberapa trik sederhana yang sangat ampuh untuk mengelabui otak agar melepaskan hormon oksitosin saat memompa sendirian.

Memandangi Foto Dan Video Buah Hati

Jangan menatap botol saat sedang memerah. Buka ponsel pintar ibu dan putar kembali galeri video yang menampilkan wajah menggemaskan bayi di rumah, terutama video saat bayi sedang tertawa atau bersuara lucu. Stimulasi visual ini sangat cepat merangsang rasa bahagia di hati ibu dan memicu refleks aliran.

Mencium Aroma Khas Baju Bayi

Aroma memiliki ikatan memori yang sangat kuat dengan otak. Sebelum berangkat kerja, masukkan pakaian atau selimut kecil yang baru saja dipakai oleh bayi ke dalam tas perah ibu. Saat bersiap memompa di ruang laktasi, hirup dalam dalam aroma khas bayi dari pakaian tersebut. Pejamkan mata sejenak dan bayangkan ibu sedang mendekap sang buah hati.

Mendengarkan Musik Atau Rekaman Suara Bayi

Siapkan daftar putar lagu lagu instrumental yang menenangkan atau lagu pengantar tidur yang biasa ibu nyanyikan untuk bayi. Ibu juga bisa mendengarkan rekaman suara ocehan bayi. Rangsangan audio yang familiar ini terbukti secara medis mampu menurunkan ketegangan saraf saraf otak akibat stres pekerjaan.

Latihan Pernapasan Dan Pijatan Lembut

Sebelum menempelkan corong mesin, ambil posisi duduk yang paling nyaman bersandar pada kursi. Tarik napas panjang melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan pijatan lembut pada area payudara dengan gerakan memutar untuk memberikan efek stimulasi fisik yang menyerupai pijatan tangan bayi.

Proses adaptasi memerah di tempat kerja membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Jika ibu sudah mencoba berbagai stimulasi di atas namun aliran air susu tetap mampet, atau justru payudara terasa membengkak keras dan menimbulkan rasa sakit luar biasa, ibu jangan panik. jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296.