Manajemen Stok Kulkas Dan Tips Asi Tidak Mudah Basi Dengan Sistem Fifo | Bisaasi

manajemen stok kulkas dan tips asi tidak mudah basi dengan sistem fifo bisaasi

Bagi seorang ibu menyusui pekerja, melihat stok air susu perah melimpah di dalam lemari pendingin adalah sebuah kepuasan dan ketenangan tersendiri. Namun, kebahagiaan itu bisa seketika berubah menjadi rasa sedih yang mendalam jika mendapati puluhan kantong air susu tersebut rusak, berbau tengik, dan terpaksa harus dibuang. Perjuangan memompa di sela kesibukan kantor terasa menjadi sia sia.

Kerusakan stok perahan umumnya disebabkan oleh manajemen penyimpanan kulkas yang berantakan. Tanpa sistem rotasi yang jelas, kantong susu yang dipompa lebih awal seringkali tertumpuk di paling belakang dan terlupakan hingga melewati batas waktu aman konsumsi. Oleh karena itu, ibu sangat membutuhkan sistem rotasi yang terstruktur serta berbagai tips asi tidak mudah basi agar kualitas nutrisi buah hati selalu terjaga.

Mengenal Sistem First In First Out Dalam Manajemen Stok Air Susu

Metode terbaik yang selalu direkomendasikan oleh konselor laktasi di seluruh dunia adalah sistem masuk pertama keluar pertama, atau yang sering disingkat dengan istilah fifo. Konsep dasar dari metode ini sangatlah sederhana. Air susu yang diperah dan masuk ke dalam kulkas lebih awal, harus menjadi air susu yang pertama kali diambil dan diberikan kepada bayi.

Dengan menerapkan metode ini secara disiplin, sirkulasi stok di dalam kulkas akan terus berputar secara sehat. Tidak akan ada lagi cerita kantong susu kadaluarsa karena terlalu lama mengendap di sudut lemari pendingin.

Langkah Dan Tips Asi Tidak Mudah Basi Saat Disimpan Di Kulkas

Menerapkan metode masuk pertama keluar pertama membutuhkan sedikit ketelitian saat ibu menata ruang di dalam lemari es. Berikut adalah langkah langkah praktis yang bisa ibu terapkan di rumah.

Berikan Label Tanggal Dan Jam Secara Konsisten

Ini adalah aturan emas yang tidak boleh dilewatkan. Setiap kali ibu selesai memerah, segera tuliskan tanggal, bulan, tahun, serta jam memerah menggunakan spidol permanen pada kemasan kantong atau botol. Pastikan ibu menuliskannya di area yang mudah terbaca. Informasi ini adalah kunci utama untuk menentukan urutan konsumsi nantinya.

Atur Tata Letak Kantong Susu Berdasarkan Waktu Perah

Gunakan wadah transparan atau keranjang plastik kecil di dalam kulkas untuk mengelompokkan kantong perahan. Letakkan stok yang paling baru diperah di barisan paling belakang atau paling bawah wadah. Sebaliknya, geser stok yang usianya lebih lama ke barisan paling depan atau paling atas, sehingga siapapun yang akan memberikan minum kepada bayi, entah itu ayah atau pengasuh, akan selalu mengambil kantong yang paling depan.

Simpan Di Bagian Terdalam Kulkas Bukan Di Area Pintu

Suhu lemari pendingin sangat mempengaruhi umur simpan cairan. Jangan pernah menyimpan stok perahan di bagian rak pintu kulkas. Area pintu mengalami perubahan suhu yang sangat drastis setiap kali kulkas dibuka dan ditutup. Simpanlah keranjang stok perahan di area paling dalam dan paling bawah dari kulkas utama atau lemari pembeku, karena area tersebut memiliki suhu dingin yang paling stabil.

Pentingnya Mengamati Ciri Air Susu Perah Yang Masih Layak Konsumsi

Meskipun sudah diatur dengan rapi, ibu tetap harus mengecek kondisi cairan sebelum diberikan kepada bayi. Secara alami, air susu yang didiamkan akan terpisah menjadi dua lapisan, yaitu lapisan lemak kental di atas dan lapisan air di bawah. Ini adalah hal normal dan bukan tanda susu basi. Ibu hanya perlu menggoyangkannya perlahan secara memutar agar menyatu kembali. Namun, jika cairan tersebut mengeluarkan bau asam yang menyengat atau rasanya berubah sangat kecut, cairan tersebut sudah rusak dan tidak boleh diberikan kepada bayi.

Merawat stok laktasi sembari mengurus pekerjaan memang membutuhkan fokus dan ketelitian ekstra. Terkadang ada situasi di mana lemari es bermasalah atau ibu kebingungan mengatur jadwal memompa hingga payudara terasa bengkak. Jika hal tersebut terjadi, ibu jangan panik. jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini:  0815-2398-1296.