Cuti melahirkan yang telah usai seringkali menjadi momen yang mendebarkan bagi ibu menyusui. Harus kembali ke rutinitas kantor dengan jam kerja mulai dari pukul delapan pagi hingga lima sore membuat banyak ibu khawatir akan kelangsungan pemberian air susu untuk buah hati. Kekhawatiran terbesar biasanya berkisar pada ketakutan akan produksi yang menurun drastis karena tidak bisa lagi menyusui secara langsung setiap saat.
Padahal, kunci utama dari keberhasilan mempertahankan produksi air susu saat kembali bekerja terletak pada kedisiplinan. Dengan menerapkan panduan membagi waktu pompa yang tepat dan konsisten, ibu tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan aman meskipun sedang berada jauh dari rumah.
Mengapa Jadwal Memerah Sangat Penting Di Tempat Kerja
Payudara bekerja berdasarkan prinsip permintaan dan penawaran. Semakin sering dikosongkan, otak akan semakin banyak memerintahkan tubuh untuk memproduksi air susu. Ketika ibu berada di kantor dan melewatkan jadwal memerah selama berjam jam, payudara akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa air susu sedang tidak dibutuhkan. Akibatnya, hormon produksi akan menurun secara perlahan.
Selain masalah penurunan volume, menahan air susu terlalu lama di dalam payudara juga sangat berbahaya bagi kesehatan fisik ibu. Cairan yang menumpuk akan memicu pembengkakan keras yang terasa sangat nyeri, dan jika dibiarkan dapat berujung pada peradangan jaringan kelenjar yang disebut mastitis.
Panduan Membagi Waktu Pompa Untuk Jam Kerja Delapan Ke Lima
Untuk menjaga agar ritme produksi tetap menyerupai jadwal menyusu bayi di rumah, ibu yang bekerja dari pukul delapan pagi hingga lima sore idealnya memerah sebanyak dua hingga tiga kali selama berada di kantor. Berikut adalah contoh pembagian jadwal yang bisa ibu terapkan.
Sesi Pertama Di Pagi Hari Sebelum Berangkat
Lakukan pengosongan payudara pada rentang waktu pukul enam hingga tujuh pagi sebelum ibu bersiap berangkat ke kantor. Ibu bisa menyusui bayi secara langsung di satu sisi payudara, sambil memompa di sisi payudara yang lain. Sesi pagi ini sangat krusial karena hormon penghasil air susu sedang berada pada tingkat tertingginya setelah ibu beristirahat di malam hari.
Sesi Kedua Di Pertengahan Pagi Menjelang Siang
Sesampainya di kantor, curi waktu sekitar lima belas hingga dua puluh menit pada pukul sepuluh pagi. Ibu bisa memanfaatkan waktu rehat minum kopi untuk pergi ke ruang laktasi. Sesi awal di kantor ini berfungsi untuk mencegah payudara terasa terlalu penuh dan menjaga kestabilan hormon sebelum masuk waktu istirahat siang.
Sesi Ketiga Pada Waktu Istirahat Siang
Manfaatkan waktu jam istirahat kantor sekitar pukul dua belas atau satu siang untuk sesi memerah yang lebih maksimal. Pastikan ibu sudah makan siang dengan gizi seimbang dan minum air putih hangat yang cukup sebelum mulai memompa agar tubuh merasa rileks dan aliran air susu keluar dengan deras.
Sesi Keempat Di Sore Hari Sebelum Pulang
Sesi terakhir di kantor bisa dilakukan pada pukul tiga atau empat sore, tepat sebelum ibu bersiap menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi kemacetan jalan pulang. Pengosongan di sore hari ini akan membuat payudara ibu terasa nyaman selama di perjalanan dan siap untuk kembali disusukan langsung saat tiba di rumah menemui buah hati.
Tips Konsistensi Menjaga Produksi Di Tengah Kesibukan
Selalu komunikasikan jadwal memerah ibu dengan atasan atau rekan kerja agar mereka memahami dan bisa memaklumi saat ibu harus pergi ke ruang laktasi. Bawalah foto atau video bayi di ponsel pintar ibu untuk ditonton saat sedang memompa, karena melihat wajah buah hati dapat merangsang hormon relaksasi secara alami.
Menjalani peran ganda sebagai pekerja profesional sekaligus ibu menyusui adalah sebuah perjuangan yang luar biasa hebat. Terkadang rasa lelah membuat jadwal memompa menjadi berantakan dan payudara terasa sangat sakit. Jika hal tersebut terjadi, ibu jangan panik. jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296.

