Memerah air susu seharusnya menjadi aktivitas yang melegakan karena payudara yang penuh kembali terasa ringan. Namun pada kenyataannya, banyak ibu yang justru meringis kesakitan setiap kali mesin perah mulai menyala. Keluhan seperti nyeri, kulit melepuh, hingga puting lecet saat pompa adalah masalah klasik yang sering membuat ibu menyerah dan enggan untuk melanjutkan rutinitas memompa.
Rasa sakit yang muncul bukanlah hal yang normal dan tidak seharusnya ditahan. Luka pada area sensitif ini tidak hanya menyiksa secara fisik, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bakteri penyebab infeksi payudara. Jika ibu mengalami kondisi ini, sangat penting untuk segera mencari tahu akar masalahnya. Dua penyebab paling umum yang sering terjadi adalah kesalahan pemilihan ukuran corong atau pengaturan mesin yang kurang tepat.
Penyebab Utama Puting Lecet Saat Pompa Air Susu
Untuk bisa mengatasi luka lecet dengan tuntas, ibu perlu mengevaluasi kembali bagaimana cara penggunaan mesin perah selama ini.
Penggunaan Ukuran Corong Yang Tidak Tepat
Penyebab nomor satu dari puting lecet saat pompa adalah corong pelindung yang terlalu sempit atau terlalu longgar. Jika corong terlalu sempit, kulit akan terus bergesekan dengan keras pada dinding plastik setiap kali ditarik oleh mesin. Sebaliknya, jika terlalu longgar, sebagian besar area gelap di sekitar payudara akan ikut tersedot masuk secara paksa ke dalam lorong plastik pembentuk corong, yang pada akhirnya memicu pembengkakan dan luka robek.
Pengaturan Tarikan Mesin Yang Terlalu Kuat
Banyak ibu yang salah kaprah mengira bahwa semakin kuat tarikan mesin, semakin banyak pula air susu yang akan keluar. Akibatnya, mereka langsung memutar pengaturan daya hisap ke level maksimal. Padahal, tarikan yang terlalu kuat dan agresif hanya akan merusak jaringan kelenjar payudara yang sangat halus dan menarik kulit hingga terluka parah.
Solusi Praktis Mencegah Dan Mengatasi Rasa Nyeri
Jika payudara sudah terlanjur terluka, ibu bisa melakukan beberapa penyesuaian teknis berikut ini agar rutinitas memerah kembali terasa nyaman dan aman.
Mengukur Dan Menyesuaikan Ulang Ukuran Corong
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengukur kembali diameter area menonjol pada payudara ibu menggunakan penggaris dalam satuan milimeter. Tambahkan sekitar dua hingga tiga milimeter dari hasil pengukuran tersebut untuk mendapatkan ukuran corong yang ideal. Corong yang pas akan memberikan ruang gerak bebas tanpa gesekan yang menyakitkan.
Menyesuaikan Ritme Dan Daya Hisap Mesin Pompa
Mulailah sesi memerah dari level daya hisap yang paling rendah. Naikkan levelnya secara bertahap sedikit demi sedikit. Jika ibu mulai merasakan sensasi tidak nyaman atau sedikit tarikan yang perih, segera turunkan kembali ke level sebelumnya. Daya hisap yang ideal adalah tarikan yang kuat namun sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit.
Memanfaatkan Mode Pijat Sebelum Memerah
Gunakan mode pijat atau stimulasi pada mesin perah selama dua hingga tiga menit pertama. Mode ini memiliki ritme tarikan yang cepat namun sangat dangkal, meniru cara bayi menghisap di awal menyusu untuk memancing aliran air susu keluar secara alami. Setelah aliran mulai deras, barulah ibu berpindah ke mode hisap utama yang lebih lambat dan dalam.
Mengalami luka dan rasa perih di tengah semangat memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati tentu sangat menguras air mata dan emosi ibu. Jika ibu sudah mencoba menyesuaikan alat perah namun luka tidak kunjung sembuh atau rasa nyeri semakin tidak tertahankan, ibu jangan panik. jika ibu butuh pendampingan dan penanganan cepat terkait masalah ibu tersebut bisa langsung whatsapp nomor kami ini: 0815-2398-1296.

